MOTIVATION

MOTIVATION

True motivation was created for you to reaching your dream, your love, to conquer your fear, your weakness and to bring a new perception that we can upside down the worlds by our new spirit - our new purpose of life.

Adsense

Sunday, November 18, 2018

Siapakah istri?

7:37:00 AM

Orang selalu berkata, "ada bekas istri/suami, tapi tidak ada bekas anak atau bekas orangtua". Seorang Profesor melakukan riset kecil kepada mahasiswa2nya yang sudah berkeluarga.
Dia lalu meminta 1 orang mahasiswa untuk maju ke depan papan tulis.

Professor : "Tuliskan 10 nama orang yang paling dekat denganmu."
Lalu mahasiswa itu menulis 10 nama, ada nama tetangga, orgtua, teman kerja, istri, anaknya, saudara, dst.

Profesor : "Sekarang silahkan pilih 7 orang diantara 10 nama tsb yang kamu benar2 ingin hidup terus bersamanya."
Mahasiswa itu lalu mencoret 3 nama.

Profesor : "Silahkan coret 2 nama lagi." Tinggalah 5 nama tersisa.
Profesor : "Coret lagi 2 nama."
Tersisalah 3 nama yaitu nama ibu, istri & anak.
Suasana kelas jadi hening. Mereka mengira semuanya sudah selesai & tak ada lagi yang harus dipilih.

Tiba2 Profesor itu berkata : "Silahkan coret 1 nama lagi!"
Mahasiswa itu tertegun untuk sementara waktu.
Lalu ia dengan perlahan mengambil pilihan yang amat sulit itu dan mencoret nama ibunya.

Profesor : "Silahkan coret 1 nama lagi!"
Hati sang mahasiswa makin bingung.
Suasana kelas makin tegang.
Mereka semua juga berpikir keras mencari pilihan yg terbaik.

Mahasiswa itu kemudian mengangkat spidolnya & dengan sangat lambat ia mencoret nama anaknya.
Pada saat itulah sang mahasiswa tidak kuat lagi membendung air matanya, ia menangis.

Awan kesedihan meliputi seluruh sudut ruang kuliah.
Setelah suasana lebih tenang, Sang Professor akhirnya bertanya kepada mahasiswa itu, "Kamu tidak memilih orang tua yang membesarkanmu,
tidak juga memilih anak yang adalah darah dagingmu; kenapa kamu memilih istrimu?
Toh istri bisa dicari lagi kan?"

Semua orang di dalam ruang kuliah terpana menunggu jawaban dari mulut mahasiswa itu. Lalu mahasiswa itu berkata lirih, "Seiring waktu berlalu, orang tua saya harus pergi & meninggalkan saya.
Demikian juga anak saya. Jika dia sudah dewasa lalu menikah.

Artinya dia pasti meninggalkan saya juga. Akhirnya orang yang benar2 bisa menemani saya dalam hidup ini, bahkan yang dengan sabar dan setia mendampingi dan mensupport saya saat tertatih dan terseok2 berjalan menghadapi himpitan kehidupan untuk meraih karir hanyalah ISTRI saya".

Setelah nenarik nafas panjang dia melanjutkan, "Orangtua & anak bukanlah saya yang memilih, tapi Tuhan yang menganugerahkan. Sedangkan isteri? #Saya_sendirilah yang memilihnya dari sekian milyar wanita yang ada di dunia".

Friday, November 16, 2018

Tidak ada kata terlambat untuk belajar

9:22:00 PM

Jangan *takut* untuk *BEKERJA*, jangan *bekerja* kalau *TAKUT*.

Bekerja *KERAS* adalah bagian dari *FISIK*, bekerja *CERDAS* merupakan bagian dari *OTAK*, sedangkan bekerja *IKHLAS* adalah bagian dari *HATI*.

Orang yang _meraih_ *KESUKSESAN* tidak selalu orang yang *PINTAR*, tapi orang yang selalu _meraih_ *KESUKSESAN* adalah orang yang _gigih_ dan pantang _menyerah_. Bagaimana caranya mewujudkan *IMPIAN* agar *sukses*?
kunci suksesnya adalah selalu *KOMITMEN* n *KONSISTEN* dengan apa yang kita *JALANI*.

*CITA CITA* yang _tinggi_ memang bukan _kunci_ *kesuksesan*, tapi *RAHASIA* dari orang *sukses* adalah memiliki *cita - cita* yang *TINGGI*.

Bermimpilah *setinggi-tingginya*.
Yang harus *dilakukan* adalah _mewujudkan_ *MIMPI* itu.
Caranya dengan _kerja keras_, _semangat_, dan _komitmen_ serta _konsisten_

Carilah pekerjaan yang kita *SUKA*.
_Berkarir_, _berfikir_, _bereksplorasi_ dengan *KEGEMBIRAAN*.
Kalau kita *GEMBIRA*, _tenaga_ n _semangat_ kita juga *BESAR*.
Kalau _tenaga_ n _semangat_ kita *BESAR*, kita akan _mencapai_ hal yang *lebih besar*.
Kalau kita tidak *SUKA* dengan _pekerjaan_ yg ada sekarang, carilah yang kita *SUKA*, karena *KEGEMBIRAAN* adalah *ENERGY*

*ENERGY* makin _besar_ *semangat* pasti akan makin *TINGG*, *semangat* _tinggi_ hasilnya pun akan melebihi *HARAPAN* kita

Dari _tetesan_ *air mata* kita _belajar_ *MENGERTI* dan dari _rasa_ *khawatir* kita _belajar_ *PERCAYA*.

Baik buruknya *kejadian* banyak _dipengaruhi_ oleh _permainan_ *PIKIRAN*. Maka, jangan pernah berpikir *BURUK*.

Jika kita mencoba melakukan yg lebih *BAIK* daripada yg kita *PIKIR* bisa kita _lakukan_, kita akan *TERKEJUT* bahwa sebenarnya kita *BISA* _melakukan_ hal itu.

Kenangan tak akan bisa *BERUBAH*, meski org didlmnya telah *BERUBAH*. Tapi kita harus _melupakannya_ jika ingin terus *MELANGKAH* maju.

Rasa *SAKIT* itu kadang *INDAH*. Mereka _mengajarkan_ kita bagaimana cara utk *BERTAHAN*.

Belajar menerima *KESALAHAN* org lain adalah *KUNCI* yg sangat *penting* utk menciptakan sebuah hubungan yg _sehat_, _bertumbuh_ dan _abadi_.

Membuka _mata, pikiran_, dan _hati_ adalah *JALAN* utk bisa merasakan *MAKNA* kehidupan.

Setiap *KEJADIAN*, _baik_ atau _buruk_, hanya akan *BERARTI* bagi kita ketika kita tahu bagaimana mengambil *PELAJARAN* dari kejadian tersebut

Tidak ada kata *TERLAMBAT* utk *BELAJAR* hal hal baru yang ada di depan kita.

Saturday, October 27, 2018

Pikiran Besar

9:09:00 PM

Menarik mengamati *perkataan* dari *Eleanor Roosevelt*, _mantan_ Presiden *USA* yang mengatakan :
*Small Minds discuss people,
Average Minds discuss events,
Great Minds discuss ideas*_

Pikiran *KECIL* _membicarakan_ *ORANG*.
Pikiran *SEDANG* _membicarakan_ *PERISTIWA*.
Pikiran *BESAR* _membicarakan_ *GAGASAN*
Maka sebagai *akibatnya*…

*PIKIRAN KECIL* akan _menghasilkan_ *GOSIP*.
*PIKIRAN SEDANG* akan _menghasilkan_ *PENGETAHUAN*.
*PIKIRAN BESAR* akan _menghasilkan_ *SOLUSI*.

Ketiga jenis *pikiran* ini *ADA* di dalam setiap *OTAK* kita.
Pikiran mana yang lebih *mendominasi* kita, begitulah apa yang _dihasilkannya_.

Kalo setiap saat *OTAK* kita _dipenuhi_ oleh *Pikiran Kecil*, maka kita akan selalu *asyik* dengan _urusan_ orang lain, namun tidak *mnghasilkan* apa2, kecuali *PERSETERUAN*.

Tetapi bila *Pikiran Besar* yang *mendominasi*, maka ia akan *AKTIF* _menemukan_ *terobosan baru*.

*PIKIRAN KECIL* senang _menggunakan_ kata tanya *“SIAPA”,*
*PIKIRAN SEDANG* senang _mnggunakan_ kata: *“ADA APA”,* sedangkan
*PIKIRAN BESAR* selalu _memanfaatkan_ kata tanya: *“MENGAPA & BAGAIMANA”.*

Dalam melihat *satu peristiwa* yang *SAMA*, misalnya jatuhnya _buah apel_ dari pohonnya, akan *cenderung* ditanggapi *berbeda*.

*PIKIRAN KECIL* akan _tertarik_ dengan pertanyaan: _“ *SIAPA SIH YANG KEMARIN KEJATUHAN BUAH APEL*?”_

*PIKIRAN SEDANG* akan _bertanya_: _“ *APAKAH SEKARANG BERARTI SUDAH MULAI MUSIM PANEN BUAH APEL*?”_

Sedangkan Si *PIKIRAN BESAR* : _“ *MENGAPA BUAH APEL ITU JATUH KE BAWAH, BUKANNYA KE ATAS* ?”_

Dan.. *pikiran* yang _terakhir_ itulah yang konon menginspirasi *SIR ISAAC NEWTON* menemukan *TEORI GRAVITASI* -nya yang sangat *terkenal*!

Tidak ada satupun *prestasi* atau *karya* di dunia ini yang dihasilkan oleh *Pikiran Kecil*.

Di samping itu, ketiga jenis *pikiran* ini juga mempunyai *MAKANAN FAVORIT* yang _berbeda_.

Si *PIKIRAN KECIL* biasanya senang _melahap_ *TABLOID*, *INFOTAINMENT*, *KORAN MERAH*.

Si *PIKIRAN SEDANG* amat _berselera_ dengan *KORAN BERITA*.

Si *PIKIRAN BESAR* _memilih_ *BUKU* yang _membangkitkan_ *INSPIRASI*.

Semoga *pikiran*” kita *didominasi* oleh *PIKIRAN BESAR* ( *Great Minds* )

Sunday, October 14, 2018

Kekuatan dalam diri manusia

7:38:00 PM

THE POWER WITHIN YOU

Pada sebuah festival kesenian
seorang penjual balon melepaskan
satu balon warna hijau ke udara,
dan beberapa saat kemudian dia
melepaskan satu buah balon lagi.

Hal ini dilakukan semata-mata untuk
menarik perhatian pengunjung festival.

Kemudian seorang anak berumur 6 tahun menghampiri penjual balon tersebut, dan bertanya "Kalau balon berwarna merah dilepaskan apakah bisa terbang ke udara juga ?"

Kemudian si penjual balon berkata
"Yang membuat balon tersebut terbang
ke udara bukan karena warnanya.

Tidak peduli mau warna merah,
hitam, biru, atau warna lainnya semuanya
tetap bisa terbang.

Karena yang membuatnya bisa
terbang ke udara adalah gas yang
terdapat dalam balon tersebut.

Cerita yang begitu luar biasa ini saya
kutip dari buku international best seller karangan Shiv Kera berjudul You Can Win.

Pada dasarnya balon dalam cerita
tersebut sama seperti manusia.

Manusia dapat berhasil mencapai
puncak kesuksesan karena kekuatan
yang dimiliki dari dalam dirinya sendiri.

P.O.W.E.R atau Kekuatan seperti apa yang mampu membuat seseorang lebih berhasil
dari sebelumnya ?

P = Positive
Apapun yang Anda pikirkan, Anda katakan, Anda perbuat lakukanlah dengan positif. Berawal dari pikiran atau mind-set kita.

Jika Anda mau menanam dan memelihara mind-set yang negatif,
konsekuensinya apa yang dihasilkan
dari pikirkan tersebut tidak akan positif.

O = Optimist
Melihat kondisi sulit,
mendengar komentar negatif orang lain terhadap kita,
mengalami kegagalan terus menerus umumnya membuat kita menjadi down
dan pesimis. Manusiawi sekali memang,
tapi mau sampai kapan jadi pesimis ?
Seumur hidup ?
Saya lebih memilih bangkit dan coba lagi.

Gagal dan mengalami penolakan
sudah biasa, tapi yang luar biasa adalah keyakinan dalam diri setiap orang.

W = Willingness
Yakin saja tidak cukup,
seseorang memang harus ada kemauan
dan action untuk mewujudkannya.

Kalau ditanya mau berhasil ?,
pasti semua mau berhasil.
Tapi kata orang bijak will is not enough,
you have to do. Kalau memang sudah
tidak ada kemauan berhasil,
ini perkara sudah repot.

Orang tersebut harus menolong dirinya
sendiri

E = Enthusiasm
Manusia kalau tidak punya antusiasme
sama seperti mobil kehabisan bensin.

Sebagus dan semahal apapun mobilnya
kalau tidak ada bensin percuma saja.

Sama seperti kita kalau punya impian
yang luar biasa, mind-set yang positif,
tapi ketika mulai action tidak punya antusiasme maka semuanya sia-sia.

R = Refill
Batu baterai saja ada waktunya habis,
apalagi dengan kekuatan dalam diri kita.

Adalakalanya kita memasuki masa sulit, sehingga kekuatan dalam diri kita semakin melemah.
Apa yang harus kita lakukan ?
Isi ulang (refill) kekuatan Anda.
Dengan apa ?
Isi dengan sesuatu yang mampu
meningkatkan power Anda kembali.
Baca buku,
fokus pada achievement pada masa lalu, bangkitkan kembali potensi, masukkan informasi yang positif ke telinga Anda.

Jadi jangan khawatirkan latar
belakang Anda,
apapun pendidikan Anda baik itu
lulusan lokal maupun lulusan impor,
pesona fisik Anda cantik atau kurang cantik....
karena bukan itu semua yang menentukan seberapa tingginya Anda akan mencapai kesuksesan tapi lebih kepada
POWER yang ada dalam diri Anda.

Selamat mengembangkan Power Anda...

Sahabat sahabat ku yang
TERBAHAGIA DI DUNIA. Amin.

Saturday, September 15, 2018

Ikan dan Kura- Kura

10:25:00 PM

Seekor ikan bertanya kepada Kura kura :
"Mengapa setiap kali kamu mengalami masalah selalu bersembunyi, masuk kedalam cangkangmu…?”
Kura kura menjawab :
“Apa penting pertanyaan itu aku jawab ?”
Ikan berkata :
“semua mahluk di perairan ini mempertanyakan sifat mu yang selalu bersembunyi jika ada masalah”.
Kura kura berkata :
”Komentar orang lain apakah penting…? Aku tidak menghindar , aku tidak lari dari kenyataan, aku hanya mencari suasana yang lebih damai di dalam cangkangku”.
Ikan bertanya lagi :
”Tetapi apakah kamu tidak peduli selalu jadi bahan pembicaraan ?”
Kura kura menjawab :
”Inilah alasan mengapa aku lebih panjang umur dari pada kalian. Kalian terlalu sibuk mengurusi kehidupanku sampai kalian lupa siapa diri kalian, kalian terlalu sibuk memperhatikan diriku sampai kalian lupa siapa diri kalian”
Pelajaran bagi Kita untuk kehidupan ini:
”Dalam hidup ini kita sendiri yang menentukan pilihan apa, berbuatlah yg terbaik dan biarkanlah orang lain mau berkomentar apapun”
“Orang yg menyukai kita tetap akan mem benarkan sekalipun kita keliru,
Sebaliknya orang yang membenci selalu akan menyalahkan sekalipun kita benar”
Lakukan apa yg wajib kita lakukan..
tidak perduli apa tanggapan orang lain kepada kita..
Marah dan dendam bukan untuk menghukum orang lain tetapi sadari lah itu sebenarnya menghukum diri sendiri..
kita marah kesal, dendam pada orang lain membuat diri sendiri tidak damai tidak nyaman.. sementara orang lain mungkin tidak perduli pada perasaan kita
Jangan marah, buang dendam & prasangka buruk.
“Berapa banyak waktu terbuang hanya untuk mengurusi kehidupan orang lain sehingga lupa pada diri sendiri kapan harus makan , istirahat dan beribadah dengan baik”.
“Sayangi diri dengan lebih peduli pada urusan sendiri sebab kita akan menjadi orang yang selalu kekurangan saat kita selalu ingin tau urusan orang lain”
Siapakah manusia yang paling berbahagia ?
”Manusia yang berhenti nafasnya, namun tidak berhenti pahalanya “
Jangan lupa untuk senyum dan berpikiran positif…
Semoga bermanfaat, silakan dishare…
Kita awali hari ini dgn hati yang bersih, jauh dari prasangka buruk..

Thursday, November 9, 2017

Pria dan Keledainya

4:12:00 PM
Alkisah ada seorang pria dan anak laki-lakinya pergi ke pasar dengan membawa keledai mereka. Saat berjalan di pinggir jalan, mereka berpapasan dengan seorang warga desa. Orang itu berkata, "Payah sekali, buat apa bawa keledai kalau tidak dinaiki?"

Setelah itu, pria pemilik keledai menaikkan anaknya ke atas keledai dan mereka meneruskan perjalanan. Tapi sesaat kemudian, mereka kembali berpas-pasan dengan sekelompok pria. Salah satu dari mereka berkata, "Lihat anak malas itu. Ayahnya dibiarkan berjalan sedang dia sendiri naik di atas keledai."

Kemudian, pria itu menyuruh anaknya turun dan dia sendiri naik ke atas keledai. Tetapi, mereka belum berjalan jauh ketika mereka bertemu dengan dua wanita. Salah satu dari wanita itu berkata pada temannya, "Tak tahu malu orang udik itu. Masa anak kecilnya dibiarkan berjalan."

Mendengar omongan wanita itu, pria pemilik keledai itu menjadi bingung. Akhirnya, pria itu mengangkat anaknya untuk duduk di atas keledai. Ketika mereka tiba di kota, orang-orang yang lewat mencemooh dan menunjuk ke arah mereka. Pria pemilik keledai berhenti dan bertanya apa yang mereka olokan. Orang-orang itu berkata, "Tidakkah kau malu membebani keledai malangmu itu dengan kalian berdua?"

Pria itu dan anaknya turun dari keledai dan berusaha keras mencari jalan keluar. Mereka terus berpikir, hingga akhirnya mereka memotong sebatang galah. Kaki-kaki keledai itu diikatkan pada galah. Pria itu dan anaknya mengangkat keledai itu dengan batang galah itu dan memanggulnya. Mereka terus berjalan di tengah tertawaan banyak orang yang berpas-pasan dengan mereka hingga akhirnya mereka tiba di sungai dekat pasar. Saat itu karena salah satu kaki keledai itu lepas dari ikatan, si keledai menendang dan menyebabkan anak laki-laki itu menjatuhkan pegangannya pada galah. Sambil meronta-ronta, akhirnya keledai itu terjatuh ke sungai dengan kaki depannya masih dalam keadaan terikat. Keledai itu pun tenggelam.

Kisah ilustrasi di atas, mengingatkan kita bahwa kita tidak perlu dan tidak bisa menyenangkan semua orang. Jika kita tidak punya pendirian yang benar dan konsisten seperti pria pemilik keledai tadi, kita akan mudah terombang-ambing oleh perkataan dan cemoohan orang lain. Padahal belum tentu apa yang dikatakan atau dicemoohkan orang lain tentang diri kita, tidak benar adanya.

Karena itu, berhentilah untuk berusaha menyenangkan hati dan perasaan orang lain karena perbuatan ini akan sia-sia dan kita sendirilah yang akan menderita pada akhirnya. Jika kita meyakini betul bahwa tindakan kita itu benar, tidak merugikan sesama, dan tidak melanggar norma-norma yang ada di masyarakat, abaikan saja apa yang dikatakan orang lain!

Setiap Potensi Perlu Pengasahan

4:12:00 PM
Artikel ini berisi cara tentang bagaimana menjadi pribadi yang berguna bagi sesama dan dapat memaksimalkan potensi dan bakat yang ada di dalam diri.
Suatu hari di beranda sebuah rumah, tepatnya di rak sepatu yang terisi dengan beberapa pasang sepatu terjadilah ribut-ribut antara dua pasang sepatu. Sepasang sepatu yang pertama disebut dengan Sepatu A dan sepatu yang kedua disebut dengan Sepatu B.
Saat itu, sepatu A baru saja dipakai untuk jalan-jalan oleh tuannya. Keadaan sepatu A sudah kotor dan jahitan sepatunya sudah sedikit terbuka. Sedangkan sepatu B masih bersih dan kinclong karena memang sepatu B ini hampir tidak pernah dipakai oleh tuannya.
"Yah, kasihan sekali kamu A, hampir tiap hari dipakai oleh tuan. Kayak aku dong, hidup santai - santai aja dan selalu bisa beristirahat di rak," kata Sepatu B meledek Sepatu A.
"Lho?! Dasar kamu ini, lebih baik aku dipakai terus daripada nganggur kayak kamu," sahut si Sepatu A membalas.
"Lihat, gara-gara dipakai terus badan kamu sudah mulai terlihat tidak indah lagi. Kamu pasti iri sama badanku yang masih mulus ini," kata Sepatu B yang masih ngotot.

"Lebih baik aku rusak, hancur karena terpakai dan bermanfaat bagi manusia dibandingkan aku harus rusak karena hancur sendiri di sebuah rak sepatu karena terkena proses alami menjadi debu. Aku tidak mau hancur sia-sia seperti itu!"
"Apa maksudmu?!," Sepatu B mulai marah.
"Kita adalah sepatu. Apabila tidak dipakai, maka akan menjadi rapuh dan hancur. Jadi tidak seharusnya kamu merasa santai dan senang karena tidak pernah dipakai. Harusnya kamu was-was, karena potensi dan bakatmu untuk melindungi kaki manusia tidak terpakai."

Sepatu B pun termenung dan tidak dapat berkomentar lagi. Ia memikirkan bagaimana nasibnya sekarang.
"Sekarang kita lihat, aku mungkin sudah mulai tidak indah. Kotor dan jahitan sudah mulai lepas. Tapi aku akan bertahan lebih lama darimu, karena aku sudah sering terlatih untuk menjadi lentur dan kuat. Aku terbiasa dalam segala keadaan. Makanya aku menjadi sepatu yang kuat walaupun tidak nampak begitu indah dari luar," Sepatu A kembali menjelaskan.
"Maafkan aku ya A, karena telah mengejekmu. Aku harap dapat bermanfaat di hari depan. Terima kasih ya telah menyadarkanku," jawab Sepatu B yang telah sadar.

Teman-teman, cerita tadi sebenarnya dapat kita gambarkan sebagai cerita tentang diri kita masing-masing. Sepatu B itu kita, dan Sepatu A adalah orangtua / guru / teman kita yang sering kali mengingatkan kita.

Kita dapat belajar dari cerita tadi bahwa kita terlahir sebagai manusia adalah itu adalah suatu KARUNIA YANG BAIK. Karena di dunia manusia inilah kita dapat sebanyak-banyaknya menanam bibit kebajikan dan dapat bermanfaat bagi orang lain. Sebagai manusia, kita semua memiliki potensi dan bakat masing-masing, tapi sering kali kita sia-siakan begitu saja dan tidak mau mengasahnya. Kita itu sering kali hanya mau ENAK-ENAKAN dan tidak mau merasakan PAHIT terlebih dahulu. Padahal hal itulah yg memperkuat mental kita.

Potensi dan bakat itu harus diasah dan dipakai. Apabila tidak, akan terbuang sia-sia begitu saja. Janganlah hanya berdiam diri, tapi galilah potensi dan bakat yang ada di dalam diri kita. Walaupun itu harus terluka dan gagal. Itu akan menjadi modal kita untuk sukses dan bermanfaat bagi orang lain.

Intinya adalah jangan takut untuk menggali potensi dan bakat kita. Asah dan gunakan baik-baik agar tidak menjadi sia-sia dan hilang begitu saja.

Dari cerita di atas juga kita belajar dari sikap Sepatu A, yaitu bijaksana. Sudahkah kita bijaksana hari ini? Sepatu A menanggapi ledekan Sepatu B dengan sikap tenang tanpa menggunakan nada tinggi. Begitulah harusnya manusia yang bijak menanggapi segala sesuatu dengan tenang dan kepala dingin.
Begitu juga dengan Sepatu A yang mau mengingatkan Sepatu B. Itulah fungsi manusia sebagai makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Yaitu saling mengingatkan kepada teman untuk tetap berada di rel dan jalur yang benar.