Sunday, November 18, 2018
Berhenti membenci dan mencaci
Berhenti..
Berhentilah membenci karena mereka yang engkau benci benar-benar tidak peduli dengan kebencianmu..
Mereka menikmati hidupnya dengan bahagia tetapi engkau menghabiskan energi untuk tidak bahagia karena membenci..
Berhentilah mencaci maki karena mereka yang engkau caci maki sungguh tidak mempedulikan mu dengan hidup penuh canda sedangkan engkau penuh duka dengan caci maki itu..
Berhentilah..
Ubahlah hidupmu..
Berubah untuk mencintai dibanding membenci..
Memuji dibanding mencaci..
Memberi dibanding mencuri..
Berhentilah..
Berubahlah menjadi berkat dibanding kutuk karena dengan memberkati engkau juga terberkati..
Hidupmu harus menjadi lebih baik dan bukan lebih buruk karena dengan kebaikan itu engkau akan menjadi pribadi yang sungguh bahagia dan penuh damai...
Kebencian itu awal kehancuran..
Caci maki itu proses penderitaan..
Berubah lah...
Semua akan baik saat engkau menjadi baik..
Anak butuh pengakuan
Zaman-zaman saya jadi wali kelas sebenarnya paling mumet adalah saat mengisi nilai raport, karena saya termasuk guru yang tidak betah duduk lama. Namun demikian saya sangat menikmati saat mengisi kolom 'catatan wali kelas'. Biasanya kebanyakan wali kelas mengisinya dengan simpel, kan. Seperti:
'Tingkatkan belajarmu'
'Pertahankan prestasimu'
'Dan lain-lain'
Lalu saya iseng menulis sebuah deskripsi berisi tentang kelebihan siswa. Misal:
'Kamu anak yang cerdas, punya keingintahuan yang luar biasa, jika kamu bisa memanfaatkannya dengan baik suatu hari kelak kamu akan menjadi pribadi yabg sukses.'
'Kamu anak yang aktif, suka hal-hal yang baru dan tidak pernah bisa diam itu menunjukkan kamu anak yang enerjik (ini untuk anak yang selalu ribut dan suka berkeliaran di kelas).
'Kamu anak yang sopan, baik dan pandai menjaga perasaan teman terutama guru' (biasanya anaknya pendiam).
'Kamu anak paling rapi dan bersih. Ibu dan teman-temanmu sangat menyukaimu karena hal itu.'
Dan masih banyak catatan-catatan lain yang saya sesuaikan dengan kepribadiannya masing-masing. Tidak sulit menuliskan kelebihannya sebab setiap anak memang punya kelebihan masing-masing, sebandel-bandelnya anak, kalau kita mau jujur pasti punya kelebihan.
Bahkan saya pernah punya anak didik perempuan yang omongannya kasar, hampir tiap hari melawan guru, jarang hadir, suka bolos, jangan tanya soal kemampuan belajar. Hasilnya hampir nol. Pokoknya hampir sulit mengungkapkan apa kelebihannya. Mungkin satu-satunya hanya ia terlihat cantik. Mirip Acha septriasa. Lalau saya tulis:
'Kamu anak yang cantik. Mirip artis Acha Septriasa. Ibu sangat mengidolakannya. Semoga ibu pun bisa mengidolakanmu sebagai siswa yang mampu berhasil seperti Acha di suatu hari kelak.'
Hasilnya?
Mereka senyum-senyum GR membacanya. Karena mereka tahu itu jujur tentang mereka. Yang pintar, yang (maaf) mungkin sering kita bilang bodoh, yang baik, yang bandel, yang pendiam semuanya tampak bahagia membaca ada dua baris kalimat pengakuan tentang diri mereka. Saya tidak dengar ada yang bahas nilai matematika, bahasa inggris dan lain-lain. Semua sibuk saling bertanya:
"Apa yang ibu tulis untukmu?"
"Catatan kamu apa isinya?"
"Cieee, kamu dibilang anak yang pemurah hati dan gak pelit. Tapi bener sih. Kamu selalu kasih minjam tipex ke aku."
Bahkan anak yang usil berkata:
"Ah, ibu wali kelas bohong tuh bilang kamu baik. Baik darimana, dari Hongkong? Perasaan kamu paling bandel di kelas."
"Enak aja, emang aku sebenarnya baik kok, tapi tergantung gurunya."
Lalu di semester dua karena waktu mepet saya tidak sempat menuliskan deskripsi kelebihan mereka lagi. Saya pikir biasa aja. Tahu-tahu semua protes.
"Bu, kok gak ada catatannya?"
"Ah, gak seru Bu. Enam bulan aku cuma mau nunggu itu."
Bahkan yang juara satu berkata:
"Yaaah, padahal itu yang aku tunggu-tunggu, Bu. Kalau nilainya sih udah bosan lihatnya. Dan segitu-gitu aja. Kami kumpul lagi ya Bu raportnya, biar ibu isi catatannya."
Saya kaget. Di semester lalu saya cuma iseng. Ternyata anak-anak meresponnya lebih dari sekedar yang saya bayangkan. Mereka menginginkannya.
Akhirnya saya mulai berpikir dan mengambil kesimpulan sendiri bahwa anak-anak lebih membutuhkan sebuah pengakuan tentang diri mereka daripada sebuah nilai. Mereka butuh pujian yang jujur.
Saya justru takut selama ini anak-anak didik saya sebenarnya haus akan sebuah pengakuan hal baik tentang diri mereka. Sejak itu setiap jadi wali kelas selalu saya tuliskan tentang kelebihan mereka. Dan reaksi semua murid selalu sama. Tampak bahagia. Senang. Dan bangga.
Bahkan saya mulai menerapkannya tidak hanya di catatan raport, tapi sebisa mungkin di setiap penilaian soal. Atau dalam interaksi sehari-hari. Semisal lebih banyak mengajak mereka ngobrol (di luar dari pelajaran) lalu diselipkan pengakuan-pengakuan kebaikannya. Misal:
"Eh, serius lho, Ibu paling suka tiap kali lihat kamu habis jajan sampahnya langsung di taruh ke tong sampah."
"Entah kenapa Ibu kok bangga ya punya murid kayak kamu yang suka meminjamkan pulpen sama Tipe-X ke teman-teman. Pasti kamu nanti akan jadi orang yang penolong."
"Ya ampuuun, suara kamu lagi teriak di kelas merdu banget. Mau gak Ibu angkat jadi semacam Jubir Ibu. Jadi nanti kalau ada apa-apa yang mau Ibu sampaikan, kamu yang menyampaikannya ke teman-temanmu."
(Untuk hal seperti ini, suruh yang paling ribut dan gak mau diam. Sehingga si anak merasa dipercaya mampu melakukan sesuatu sesuai kemampuannya).
Banyak lagi yang lain. Masalahnya terkadang kita terlanjur sewot dan dongkol sama anak yang bandel, hingga ogah rasanya mau muji-muji. Jangan, Bu. Mereka punya porsi yang sama untuk kita senangi. Punya hak yang sama untuk disayangi.
Saya tidak tahu apa tindakan ini sesuai dengan aturan administrasi kurikulum atau tidak. Atau mungkin juga banyak guru yang sudah melakukan hal serupa.
Hal ini sebenarnya tidak hanya bisa diterapkan oleh seorang guru pada murid. Orangtua kepada anak juga bisa. Terutama ibu yang banyak berinteraksi dengan anak. Yuk mari yuuuuk ... kita lebih membuka diri membaca kelebihan sang anak dan tidak gengsi mengakuinya. Tidak melulu membicarakan kelemahan mereka. Kelebihan di sini bukan semata-mata tentang prestasi ya, Bu. Melainkan cenderung ke sifatnya sehari-hari.
Siapakah istri?
Orang selalu berkata, "ada bekas istri/suami, tapi tidak ada bekas anak atau bekas orangtua". Seorang Profesor melakukan riset kecil kepada mahasiswa2nya yang sudah berkeluarga.
Dia lalu meminta 1 orang mahasiswa untuk maju ke depan papan tulis.
Professor : "Tuliskan 10 nama orang yang paling dekat denganmu."
Lalu mahasiswa itu menulis 10 nama, ada nama tetangga, orgtua, teman kerja, istri, anaknya, saudara, dst.
Profesor : "Sekarang silahkan pilih 7 orang diantara 10 nama tsb yang kamu benar2 ingin hidup terus bersamanya."
Mahasiswa itu lalu mencoret 3 nama.
Profesor : "Silahkan coret 2 nama lagi." Tinggalah 5 nama tersisa.
Profesor : "Coret lagi 2 nama."
Tersisalah 3 nama yaitu nama ibu, istri & anak.
Suasana kelas jadi hening. Mereka mengira semuanya sudah selesai & tak ada lagi yang harus dipilih.
Tiba2 Profesor itu berkata : "Silahkan coret 1 nama lagi!"
Mahasiswa itu tertegun untuk sementara waktu.
Lalu ia dengan perlahan mengambil pilihan yang amat sulit itu dan mencoret nama ibunya.
Profesor : "Silahkan coret 1 nama lagi!"
Hati sang mahasiswa makin bingung.
Suasana kelas makin tegang.
Mereka semua juga berpikir keras mencari pilihan yg terbaik.
Mahasiswa itu kemudian mengangkat spidolnya & dengan sangat lambat ia mencoret nama anaknya.
Pada saat itulah sang mahasiswa tidak kuat lagi membendung air matanya, ia menangis.
Awan kesedihan meliputi seluruh sudut ruang kuliah.
Setelah suasana lebih tenang, Sang Professor akhirnya bertanya kepada mahasiswa itu, "Kamu tidak memilih orang tua yang membesarkanmu,
tidak juga memilih anak yang adalah darah dagingmu; kenapa kamu memilih istrimu?
Toh istri bisa dicari lagi kan?"
Semua orang di dalam ruang kuliah terpana menunggu jawaban dari mulut mahasiswa itu. Lalu mahasiswa itu berkata lirih, "Seiring waktu berlalu, orang tua saya harus pergi & meninggalkan saya.
Demikian juga anak saya. Jika dia sudah dewasa lalu menikah.
Artinya dia pasti meninggalkan saya juga. Akhirnya orang yang benar2 bisa menemani saya dalam hidup ini, bahkan yang dengan sabar dan setia mendampingi dan mensupport saya saat tertatih dan terseok2 berjalan menghadapi himpitan kehidupan untuk meraih karir hanyalah ISTRI saya".
Setelah nenarik nafas panjang dia melanjutkan, "Orangtua & anak bukanlah saya yang memilih, tapi Tuhan yang menganugerahkan. Sedangkan isteri? #Saya_sendirilah yang memilihnya dari sekian milyar wanita yang ada di dunia".
Friday, November 16, 2018
Tidak ada kata terlambat untuk belajar
Jangan *takut* untuk *BEKERJA*, jangan *bekerja* kalau *TAKUT*.
Bekerja *KERAS* adalah bagian dari *FISIK*, bekerja *CERDAS* merupakan bagian dari *OTAK*, sedangkan bekerja *IKHLAS* adalah bagian dari *HATI*.
Orang yang _meraih_ *KESUKSESAN* tidak selalu orang yang *PINTAR*, tapi orang yang selalu _meraih_ *KESUKSESAN* adalah orang yang _gigih_ dan pantang _menyerah_. Bagaimana caranya mewujudkan *IMPIAN* agar *sukses*?
kunci suksesnya adalah selalu *KOMITMEN* n *KONSISTEN* dengan apa yang kita *JALANI*.
*CITA CITA* yang _tinggi_ memang bukan _kunci_ *kesuksesan*, tapi *RAHASIA* dari orang *sukses* adalah memiliki *cita - cita* yang *TINGGI*.
Bermimpilah *setinggi-tingginya*.
Yang harus *dilakukan* adalah _mewujudkan_ *MIMPI* itu.
Caranya dengan _kerja keras_, _semangat_, dan _komitmen_ serta _konsisten_
Carilah pekerjaan yang kita *SUKA*.
_Berkarir_, _berfikir_, _bereksplorasi_ dengan *KEGEMBIRAAN*.
Kalau kita *GEMBIRA*, _tenaga_ n _semangat_ kita juga *BESAR*.
Kalau _tenaga_ n _semangat_ kita *BESAR*, kita akan _mencapai_ hal yang *lebih besar*.
Kalau kita tidak *SUKA* dengan _pekerjaan_ yg ada sekarang, carilah yang kita *SUKA*, karena *KEGEMBIRAAN* adalah *ENERGY*
*ENERGY* makin _besar_ *semangat* pasti akan makin *TINGG*, *semangat* _tinggi_ hasilnya pun akan melebihi *HARAPAN* kita
Dari _tetesan_ *air mata* kita _belajar_ *MENGERTI* dan dari _rasa_ *khawatir* kita _belajar_ *PERCAYA*.
Baik buruknya *kejadian* banyak _dipengaruhi_ oleh _permainan_ *PIKIRAN*. Maka, jangan pernah berpikir *BURUK*.
Jika kita mencoba melakukan yg lebih *BAIK* daripada yg kita *PIKIR* bisa kita _lakukan_, kita akan *TERKEJUT* bahwa sebenarnya kita *BISA* _melakukan_ hal itu.
Kenangan tak akan bisa *BERUBAH*, meski org didlmnya telah *BERUBAH*. Tapi kita harus _melupakannya_ jika ingin terus *MELANGKAH* maju.
Rasa *SAKIT* itu kadang *INDAH*. Mereka _mengajarkan_ kita bagaimana cara utk *BERTAHAN*.
Belajar menerima *KESALAHAN* org lain adalah *KUNCI* yg sangat *penting* utk menciptakan sebuah hubungan yg _sehat_, _bertumbuh_ dan _abadi_.
Membuka _mata, pikiran_, dan _hati_ adalah *JALAN* utk bisa merasakan *MAKNA* kehidupan.
Setiap *KEJADIAN*, _baik_ atau _buruk_, hanya akan *BERARTI* bagi kita ketika kita tahu bagaimana mengambil *PELAJARAN* dari kejadian tersebut
Tidak ada kata *TERLAMBAT* utk *BELAJAR* hal hal baru yang ada di depan kita.
Saturday, October 27, 2018
Pikiran Besar
Menarik mengamati *perkataan* dari *Eleanor Roosevelt*, _mantan_ Presiden *USA* yang mengatakan :
*Small Minds discuss people,
Average Minds discuss events,
Great Minds discuss ideas*_
Pikiran *KECIL* _membicarakan_ *ORANG*.
Pikiran *SEDANG* _membicarakan_ *PERISTIWA*.
Pikiran *BESAR* _membicarakan_ *GAGASAN*
Maka sebagai *akibatnya*…
*PIKIRAN KECIL* akan _menghasilkan_ *GOSIP*.
*PIKIRAN SEDANG* akan _menghasilkan_ *PENGETAHUAN*.
*PIKIRAN BESAR* akan _menghasilkan_ *SOLUSI*.
Ketiga jenis *pikiran* ini *ADA* di dalam setiap *OTAK* kita.
Pikiran mana yang lebih *mendominasi* kita, begitulah apa yang _dihasilkannya_.
Kalo setiap saat *OTAK* kita _dipenuhi_ oleh *Pikiran Kecil*, maka kita akan selalu *asyik* dengan _urusan_ orang lain, namun tidak *mnghasilkan* apa2, kecuali *PERSETERUAN*.
Tetapi bila *Pikiran Besar* yang *mendominasi*, maka ia akan *AKTIF* _menemukan_ *terobosan baru*.
*PIKIRAN KECIL* senang _menggunakan_ kata tanya *“SIAPA”,*
*PIKIRAN SEDANG* senang _mnggunakan_ kata: *“ADA APA”,* sedangkan
*PIKIRAN BESAR* selalu _memanfaatkan_ kata tanya: *“MENGAPA & BAGAIMANA”.*
Dalam melihat *satu peristiwa* yang *SAMA*, misalnya jatuhnya _buah apel_ dari pohonnya, akan *cenderung* ditanggapi *berbeda*.
*PIKIRAN KECIL* akan _tertarik_ dengan pertanyaan: _“ *SIAPA SIH YANG KEMARIN KEJATUHAN BUAH APEL*?”_
*PIKIRAN SEDANG* akan _bertanya_: _“ *APAKAH SEKARANG BERARTI SUDAH MULAI MUSIM PANEN BUAH APEL*?”_
Sedangkan Si *PIKIRAN BESAR* : _“ *MENGAPA BUAH APEL ITU JATUH KE BAWAH, BUKANNYA KE ATAS* ?”_
Dan.. *pikiran* yang _terakhir_ itulah yang konon menginspirasi *SIR ISAAC NEWTON* menemukan *TEORI GRAVITASI* -nya yang sangat *terkenal*!
Tidak ada satupun *prestasi* atau *karya* di dunia ini yang dihasilkan oleh *Pikiran Kecil*.
Di samping itu, ketiga jenis *pikiran* ini juga mempunyai *MAKANAN FAVORIT* yang _berbeda_.
Si *PIKIRAN KECIL* biasanya senang _melahap_ *TABLOID*, *INFOTAINMENT*, *KORAN MERAH*.
Si *PIKIRAN SEDANG* amat _berselera_ dengan *KORAN BERITA*.
Si *PIKIRAN BESAR* _memilih_ *BUKU* yang _membangkitkan_ *INSPIRASI*.
Semoga *pikiran*” kita *didominasi* oleh *PIKIRAN BESAR* ( *Great Minds* )
Sunday, October 14, 2018
Kekuatan dalam diri manusia
THE POWER WITHIN YOU
Pada sebuah festival kesenian
seorang penjual balon melepaskan
satu balon warna hijau ke udara,
dan beberapa saat kemudian dia
melepaskan satu buah balon lagi.
Hal ini dilakukan semata-mata untuk
menarik perhatian pengunjung festival.
Kemudian seorang anak berumur 6 tahun menghampiri penjual balon tersebut, dan bertanya "Kalau balon berwarna merah dilepaskan apakah bisa terbang ke udara juga ?"
Kemudian si penjual balon berkata
"Yang membuat balon tersebut terbang
ke udara bukan karena warnanya.
Tidak peduli mau warna merah,
hitam, biru, atau warna lainnya semuanya
tetap bisa terbang.
Karena yang membuatnya bisa
terbang ke udara adalah gas yang
terdapat dalam balon tersebut.
Cerita yang begitu luar biasa ini saya
kutip dari buku international best seller karangan Shiv Kera berjudul You Can Win.
Pada dasarnya balon dalam cerita
tersebut sama seperti manusia.
Manusia dapat berhasil mencapai
puncak kesuksesan karena kekuatan
yang dimiliki dari dalam dirinya sendiri.
P.O.W.E.R atau Kekuatan seperti apa yang mampu membuat seseorang lebih berhasil
dari sebelumnya ?
P = Positive
Apapun yang Anda pikirkan, Anda katakan, Anda perbuat lakukanlah dengan positif. Berawal dari pikiran atau mind-set kita.
Jika Anda mau menanam dan memelihara mind-set yang negatif,
konsekuensinya apa yang dihasilkan
dari pikirkan tersebut tidak akan positif.
O = Optimist
Melihat kondisi sulit,
mendengar komentar negatif orang lain terhadap kita,
mengalami kegagalan terus menerus umumnya membuat kita menjadi down
dan pesimis. Manusiawi sekali memang,
tapi mau sampai kapan jadi pesimis ?
Seumur hidup ?
Saya lebih memilih bangkit dan coba lagi.
Gagal dan mengalami penolakan
sudah biasa, tapi yang luar biasa adalah keyakinan dalam diri setiap orang.
W = Willingness
Yakin saja tidak cukup,
seseorang memang harus ada kemauan
dan action untuk mewujudkannya.
Kalau ditanya mau berhasil ?,
pasti semua mau berhasil.
Tapi kata orang bijak will is not enough,
you have to do. Kalau memang sudah
tidak ada kemauan berhasil,
ini perkara sudah repot.
Orang tersebut harus menolong dirinya
sendiri
E = Enthusiasm
Manusia kalau tidak punya antusiasme
sama seperti mobil kehabisan bensin.
Sebagus dan semahal apapun mobilnya
kalau tidak ada bensin percuma saja.
Sama seperti kita kalau punya impian
yang luar biasa, mind-set yang positif,
tapi ketika mulai action tidak punya antusiasme maka semuanya sia-sia.
R = Refill
Batu baterai saja ada waktunya habis,
apalagi dengan kekuatan dalam diri kita.
Adalakalanya kita memasuki masa sulit, sehingga kekuatan dalam diri kita semakin melemah.
Apa yang harus kita lakukan ?
Isi ulang (refill) kekuatan Anda.
Dengan apa ?
Isi dengan sesuatu yang mampu
meningkatkan power Anda kembali.
Baca buku,
fokus pada achievement pada masa lalu, bangkitkan kembali potensi, masukkan informasi yang positif ke telinga Anda.
Jadi jangan khawatirkan latar
belakang Anda,
apapun pendidikan Anda baik itu
lulusan lokal maupun lulusan impor,
pesona fisik Anda cantik atau kurang cantik....
karena bukan itu semua yang menentukan seberapa tingginya Anda akan mencapai kesuksesan tapi lebih kepada
POWER yang ada dalam diri Anda.
Selamat mengembangkan Power Anda...
Sahabat sahabat ku yang
TERBAHAGIA DI DUNIA. Amin.
Saturday, September 15, 2018
Ikan dan Kura- Kura
"Mengapa setiap kali kamu mengalami masalah selalu bersembunyi, masuk kedalam cangkangmu…?”
“Apa penting pertanyaan itu aku jawab ?”
“semua mahluk di perairan ini mempertanyakan sifat mu yang selalu bersembunyi jika ada masalah”.
”Komentar orang lain apakah penting…? Aku tidak menghindar , aku tidak lari dari kenyataan, aku hanya mencari suasana yang lebih damai di dalam cangkangku”.
”Tetapi apakah kamu tidak peduli selalu jadi bahan pembicaraan ?”
”Inilah alasan mengapa aku lebih panjang umur dari pada kalian. Kalian terlalu sibuk mengurusi kehidupanku sampai kalian lupa siapa diri kalian, kalian terlalu sibuk memperhatikan diriku sampai kalian lupa siapa diri kalian”
”Dalam hidup ini kita sendiri yang menentukan pilihan apa, berbuatlah yg terbaik dan biarkanlah orang lain mau berkomentar apapun”
Sebaliknya orang yang membenci selalu akan menyalahkan sekalipun kita benar”
tidak perduli apa tanggapan orang lain kepada kita..
kita marah kesal, dendam pada orang lain membuat diri sendiri tidak damai tidak nyaman.. sementara orang lain mungkin tidak perduli pada perasaan kita

