Wednesday, November 8, 2017
Petani dan Kudanya
10:44:00 PM
Pada suatu hari, ada seorang petani yang memiliki seekor kuda. Kuda
ini lah yang setiap hari membantu sang petani mencari nafkah untuk
keluarganya. Namun pada suatu hari, kuda ini pergi dan meninggalkan si
petani.
Para tetangga mendengar apa yang telah terjadi, sehingga mereka
datang kepada sang petani, “Ya ampun… Kami mendengar apa yang telah
terjadi. Kudamu yang biasa membantumu mencari nafkah telah melarikan
diri. Ini sangatlah BURUK.”
Petani ini melihat mereka dan berkata, “Hmmm… Mungkin.”
Pada keesokan harinya, kuda ini kembali kepada sang petani. Tetapi
dia tidak pulang sendirian; dia membawa tiga kuda liar bersamanya.
Para tetangga datang kepada sang petani, “Luar biasa sekali, kudamu
pulang! Bahkan dia tidak pulang sendirian, dia membawa tiga kuda baru.
Kini kamu memiliki empat ekor kuda. Ini sangatlah BAIK.”
Petani ini melihat mereka dan berkata, “Hmmm… Mungkin.”
Keesokan paginya, anak dari sang petani mencoba untuk menunggangi
salah satu kuda baru tersebut. Namun, kuda ini tidak mau diatur; dia
berlari-larian tidak terkendali hingga anak sang petani terlempar dengan
begitu keras—menyebabkan kakinya patah.
Para tetangga datang dan mengatakan, “Ya ampun… Dasar kuda bodoh! Kaki anakmu menjadi patah seperti ini. Ini sangatlah BURUK.”
Petani ini melihat mereka dan berkata, “Hmmm… Mungkin.”
Beberapa hari setelah itu, tentara negara datang ke kampung ini. Mereka mengumpulkan satu anak laki-laki dari setiap keluarga untuk ikut berperang membela negara. Ketika mereka melihat anak sang petani, mereka mengatakan: “Kita tidak bisa menggunakannya untuk perang, dia bahkan tidak bisa berjalan.” Akhirnya anak sang petani dibiarkan tinggal di rumah dan tidak perlu ikut berperang.Para tetangga bergegas datang ke sang petani, “Kamu sangatlah beruntung! Anakmu tidak perlu ikut berperang, sedangkan anak-anak kami semuanya harus ikut berperang. Betapa beruntungnya dirimu, ini sangatlah BAIK.”Petani ini melihat kepada mereka sekali lagi dan berkata, “Hmmm… Mungkin.”
Teman-teman, sangatlah mudah bagi kita untuk memiliki pemikiran
negatif ketika hal “buruk” terjadi di dalam kehidupan kita. Kita
seringkali marah atau kecewa kepada Tuhan: “Tuhan mengapa kamu
membiarkan hal BURUK ini terjadi kepadaku!?” Namun sesungguhnya, “baik”
atau “buruk” kita tidak benar-benar tau. Kita tidak bisa mengatakan
suatu kejadian sebagai baik atau buruk ketika kita tidak dapat melihat
gambaran penuhnya. Tetapi saya tau siapa yang dapat melihat dan juga
memegang gambaran penuhnya, Dia adalah Tuhan kita. Percayalah kepadaNya
dan kepada rancanganNya. Jadi jika suatu hal “buruk” terjadi kepadamu
dan orang-orang mengatakan bahwa kamu tidaklah beruntung, berikanlah
senyum-mu dan katakanlah: “Hmmm… Mungkin.”
“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku
mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera
dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan
yang penuh harapan.” (Yeremia 29:11)
Bagaimana Respon Kita Sewaktu Masalah
10:33:00 PM
Pada suatu hari, seorang gadis kecil datang ke ayahnya sambil
menangis, “Ayah, aku sudah tidak kuat lagi! Rasanya masalah di dalam
sekolah tidak ada hentinya datang ke dalam hidupku! Aku tidak tau apakah
aku dapat menahan ini semua setiap hari!”
Sang ayah mengajak gadis ini masuk ke dalam dapur; lalu dia
menyalakan kompor dan mendidihkan tiga panci berisi air. Satu panci
diisinya dengan kentang, satu diisinya dengan telor, dan satunya lagi
diisinya dengan biji kopi.
Ini membuat sang gadis kecil sangat kebingungan, “Apa yang sedang ayah lakukan?”
Tetapi sang ayah tidak mengatakan apa-apa kepada si gadis kecil. Dia
hanya meminta si gadis kecil untuk bersabar. Setelah 10 menit, sang ayah
mematikan kompor dan memindahkan kentang, telor, dan kopi itu dari
panci.
Pertama, sang ayah meminta si gadis kecil untuk menekan kentang yang
baru keluar dari air mendidih tersebut. Ketika si gadis kecil
menekannya, ia terkejut, kentang itu menjadi sangat lembek—sehingga
hancur tertekan.
Kedua, sang ayah meminta si gadis kecil untuk membuka cangkang telor.
Ketika si gadis kecil membuka cangkangnya, ia melihat bahwa isi telor
itu sudah matang, sehingga menjadi keras.
Ketiga, sang ayah meminta si gadis kecil untuk melihat hasil dari
biji kopi yang direbus itu. Si gadis kecil melihat secangkir kopi harum
yang sudah siap untuk diminum.
Si gadis kecil lalu bertanya, “Ayah, apa maksud dari semua ini?”
Sang ayah menjawab: “Anak-ku… Kentang, telor, dan kopi ini mengalami hal yang sama. Mereka dimasukkan ke dalam air yang mendidih. Kentang yang awalnya keras menjadi lembek setelah dimasukkan ke dalam air yang mendidih. Telor yang awalnya memiliki isi yang cair, isinya menjadi keras setelah dimasukkan ke dalam air yang mendidih. Dan yang terakhir adalah biji kopi, biji kopi adalah yang paling menarik diantara ketiganya. Setelah mereka dimasukkan ke dalam air yang mendidih, mereka mengubah air mendidih itu menjadi sesuatu yang baru yang nikmat.
“Jadi… Yang manakah kamu?” tanya sang ayah kepada si gadis kecil.
Di dalam hidup, setiap orang pasti akan mengalami banyak
permasalahan. Tetapi setiap orang akan memiliki respon yang berbeda-beda
dalam menghadapi permasalahan tersebut. Ada yang akan berubah ke arah
yang lebih baik, dan akan ada yang berubah ke arah yang lebih buruk.
Kamu ingin jadi yang mana?
Hidup di dalam Tuhan bukanlah berarti akan bebas dari segala macam
masalah. Hidup di dalam Tuhan adalah tentang menghadapi segala
permasalahan bersamaNya. Belajarlah dari masalah yang kita hadapi… Dan
ubahlah pengalaman dari menghadapi masalah tersebut menjadi sesuatu yang
positif.
“Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu
dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi,
meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita
seketika lamanya” (1 Petrus 5:10).
Monday, October 2, 2017
Ikan Kecil dan Air
12:38:00 AM
Alkisah seorang ayah dan anaknya
sedang berbincang ditepi sungai dan sang Ayah berkata kepada anaknya: Anak-ku
lihatlah sungai itu , air begitu penting dalam kehidupan kita , tanpa air kita
semua, manusia dan binatang tidak dapat melanjutkan hidup kita.
Pada saat bersamaan seekor ikan
kecil mendengar percakapan itu dan iapun menjadi gelisah karena tidak tahu apa
dan dimana air itu berada. Ikan kecil pun mulai bertanya kepada ikan-ikan yang
lain apakah air itu dan dimana dia berada serta mengapa orang dan seluruh
binatang akan mati tanpa air. Namun tidak seekor iken pun mengetahui apakah dan
dimana air itu.
Akhirnya setelah berjuang dan
berenang melawan arus , Ikan kecil bertanya kepada seekor ikan yang sudah tua di
hulu sungai dan Ikan tua pun menjawab anak-ku kamu tidak usah kuatir karena air
ada disekeliling kita dan air adalah tempat kita hidup dan kita memang tidak
dapat hidup tanpa air dan engkau bahkan tidak menyadarinya.
Illustrasi ini memberitahukan
pada kita bhawasanya kita sering kali tidak menyadari anugerah Allah Yme. Kita
berjuang hanya memperjuangkan harta semata demi kebahagiaan padahal kenahagiaan
tidak bergantung pada harta yang kita kumpulkan melainkan kebahagiaan ada
disekeliling kita manakala kita bisa menerima dan memanfaatkan apa yang sudah
kita miliki bersama-sama orang-orang yang kita cintai.
(Sumber Gunadi Getol)
Tuesday, September 19, 2017
Cara Membangkitkan Motivasi dalam Diri Bawahan
11:08:00 PM
"Anda hanya perlu motivasi. Semua
modal untuk sukses sudah ada dalam diri Anda". Kalimat ini diucapkan oleh
seorang pimpinan yang bijaksana dalam usahanya membangkitkan semangat dan
gairah bawahannya. Pada praktiknya tidak mudah seorang pimpinan merangsang
motivasi bawahannya.
Baik secara perseorangan maupun
teamwork, motivasi adalah kunci dari kesuksesan. Ahli pengembangan diri Dewi Irawati, B.Sc. menyebutkan betapa pentingnya membangkitkan motivasi dalam
sebuah tim kerja.
"Motivasi adalah keadaan dalam
pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu melakukan kegiatan tertentu
demi mencapai tujuan. Misalnya keinginan untuk mendapat nilai A, memotivasi
seseorang untuk belajar lebih giat," ungkap Dewi.
Dijelaskan Dewi, manusia adalah makhluk
yang memiliki keinginan. Keinginanan ini akan berakhir jika manusia tidak hidup
lagi.
"Sebuah kebutuhan yang sudah
tercapai tidak akan menjadi motivator lagi. Hanya kebutuhan yang belum
tercapailah yang menjadi motivator seseorang," kata Dewi.
Pada awalnya, banyak ahli berpendapat
bahwa hanya uang yang memotivasi seseorang dalam bekerja. Fakta membuktikan
lain, ternyata motivasi kerja tidak melulu tentang uang. "Motivasi dalam
bekerja bisa berbeda antara satu individu dengan yang lainnya," tutur
Dewi.
Mengutip Alasdair White dari Managing of
Performance, Dewi memberikan tips sepuluh cara membangkitkan motivasi bawahan
agar bisa mencapai hasil kerja yang maksimal .
1. Seorang pemimpin harus memiliki
motivasi sebelum memotivasi orang lain. Ia tidak dapat memotivasi orang lain
jika dia sendiri tak memilikinya. Sikap seorang pemimpin akan berpengaruh
langsung terhadap sikap karyawan. Oleh karena itu, pemimpin harus mengendalikan
suasana hati dan menunjukkan hanya sikap yang positif dan menghindarkan hal-hal
yang bersifat negatif.
2. Motivasi memerlukan tujuan. Anda
harus mengetahui persis apa yang ingin dicapai. Dengan demikian, Anda akan
termovasi.
3. Motivasi terbagi dalam dua tahapan.
Pertama, mengindentifikasi tujuan masing-masing individu dalam tim. Kedua,
menunjukkan cara untuk mencapainya.
4. Motivasi bisa berubah sewaktu-waktu.
Melalui pertemuan, komunikasi yang baik dan dan jenis interaktif komunikatif
lainnya, motivasi akan dapat dipertahankan secara konsisten.
5. Motivasi membutuhkan penghargaan.
Menurut psikolog, motivasi orang yang bekerja keras banyak hanya untuk
mendapatkan pengakuan atau penghargaan di depan publik pada saat yang tepat.
6. Partisipasi membangkitkan motivasi.
Partisipasi atau keterlibatan dalam suatu kegiatan sangat motivatif. Setiap
anggota akan termotivasi bila dilibatkan dalam kegiatan bersama.
7. Kemajuan yang dicapai mampu
menciptakan motivasi karena kemajuan tersebut bisa memberikan arti yang sangat
besar bagi setiap individu. Besarnya kemajuan yang dicapai oleh tim dan
kontribusi kita sebagai angggota merupakan hal yang membanggakan.
8. Memenangkan persaingan. Persaingan
akan membangkitkan motivasi bila semua orang mendapatkan kesempatan yang sama
untuk menang. Apabila peluang tidak sama, yang termotivasi hanyalah mereka yang
berada di atas, sedangkan yang di bawah dan tak memiliki peluang tidak akan
termotivasi.
9. Tiap individu memiliki potensi
motivasi. Sebagai pemimpin, Anda harus mampu memunculkan potensi yang dimiliki
orang yang Anda pimpin
10. Rasa memiliki akan mebangkitkan motivasi.
Orang akan termotivasi untuk membangun usaha timnya bila ia merasa menjadi
bagian dari tim.
Monday, June 6, 2016
Eric Liddell - Chariots of Fire
9:06:00 PM
Chariots of Fire adalah kisah nyata tentang iman, keberanian dan pengorbanan diri dari seorang pelari Skotlandia yang saleh, Eric Liddell yang berlomba untuk kemuliaan Tuhan. Skenarionya ditulis oleh Colin Welland disutradarai oleh Hugh Hudson. Tahun 1981 filmnya mendapat 7 nominasi Academy Awards dan akhirnya meraih empat Oscar termasuk film terbaik. Berbujet rendah dan tidak diunggulkan, film ini (seperti kisah nyata Eric Liddell) mengalahkan The Reds yang dibintangi aktor terkenal Warren Beatty. Chariots of Fire adalah film tentang olah raga kedua yang meraih Oscar setelah Rocky. Setting dari film ini adalah pada peristiwa sebelum Olimpiade dan puncaknya Olimpiade tahun 1924 di Paris.
Tuhan memberikan kepada setiap orang talenta untuk digunakan untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan-Nya di muka bumi ini. Salah satunya adalah untuk menjalankan mandat budaya dari Allah. Seseorang yang memiliki fisik yang baik, kuat dan cepat, kemungkinan mempunyai bakat alami untuk menjadi seorang atlit. Namun banyak atlit Kristen yang tidak tahu bagaimana menjalani mandat budaya sebagai seorang atlit yang harus memancarkan terang Kristus di dunia ini. Maka Tuhan menciptakan Eric Liddell sebagai role model yang luar biasa untuk dapat kita teladani.
Eric Liddell, lahir di Tianjin, China pada 16 Januari 1902. Ayahnya adalah seorang misionaris dari London Missionary Society bernama James Dunlop Liddell.
Tetangganya pernah mengatakan bahwa Liddell tidak akan bisa berlari lagi, pada waktu Liddell mengalami serangan demam tinggi. Namun perkataan tetangganya itu ternyata keliru. Liddell kemudian sembuh dan dapat mengikuti program atletik di universitasnya. Eric memang berbakat dalam berlari. Ia menjadi seorang pelari yang menang dalam lari Nasional pada cabang 100 meter. Dengan kemampuannya berlari tersebut, Eric melenggang ke Olimpiade pada tahun 1924.
Pada Olimpiade tersebut, Eric mengikuti cabang lari 100 meter dan 200 meter, cabang lari yang biasa diikutinya. Namun karena pertandingan lari 100 meter dilakukan pada hari Minggu, hari Sabat bagi orang Kristen, Eric memutuskan untuk menolaknya. Dia tidak mau mengkompromikan ibadah Minggunya untuk berlari. Hal ini menyebabkan Eric dicap sebagai orang yang berpandangan sempit dan tidak loyal. Sebagai gantinya, para pengurus cabang atletik menawarkan Eric untuk mengikuti cabang lari 400 meter, cabang yang belum pernah diikutinya dalam kompetisi internasional selama ini.
Namun, Allah benar-benar menyertai Eric. Tanpa diduga-duga, Eric memenangkan mendali emas untuk cabang lari 400 meter tersebut dan bahkan mencatatkan dirinya sebagai pemecah rekor dunia lari tercepat pada cabang lari 400 meter tersebut.
Tahun berikutnya, Eric meninggalkan Skotlandia untuk menjadi seorang misionaris di China. Ia kemudian dipenjarakan oleh Jepang dan meninggal di kamp penjara Weihsien, 21 Februari 1945 karena tumor otak. Selama 20 tahun pelayanannya tersebut dia masih berlari, memenangkan pertandingan tahun 1928 melawan tim olimpiade dari Perancis dan Jepang. Dan kemudian memenangkan pertandingan pada kejuaraan China Utara pada tahun 1930. Liddell malah melatih anak-anak Tionghoa di sekolah tempat Liddell mengajar di China.
Eric Liddell merupakan seorang Kristen yang taat, dan memberikan teladan yang luar biasa kepada kita tentang bagaimana kita hidup mempertahankan iman kita dalam pekerjaan dan sumbangsih kita bagi dunia. Karena teladan imannya yang begitu menginspirasi, kisah Eric Liddell kemudian difilmkan dengan judul Chariot of Fire.
"Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman." 2 Timotius 4:7
Barang Siapa yang meninggikan Aku dihadapan manusia maka aku akan meninggikannya dihadapan Bapaku yang disorga -
Semoga apa yang saya tuliskan disini bermanfaat bagi kita semua yang mencoba mencari motivasi diri dan memuliakan Tuhan.
Tuhan memberkati
Semoga apa yang saya tuliskan disini bermanfaat bagi kita semua yang mencoba mencari motivasi diri dan memuliakan Tuhan.
Tuhan memberkati
Tuesday, February 16, 2016
Motivasi - Nilai Diri
6:23:00 PM
Kisah Guru, Murid dan Uang 100 Ribu
Seorang guru mengangkat uang 100rb rupiah di depan murid2 nya
Lalu ia bertanya "siapa yg mau uang ini?"
Semua murid mengangkat tangan mereka, tanda menginginkan utk mau..
Kemudian guru itu meremas uang 100rb itu dg tangannya dan kembali bertanya "sekarang siapa yang mau uang ini?"
Kembali semua murid mengangkat tangan mereka.
Selanjutnya ia melemparkan uang itu ke lantai dan menginjak2nya dengan sepatunya sampai uang itu jadi kotor. Setelah betul2 kotor oleh debu ia berkata "sekarang siapa yang mau uang ini?"
Tetap saja seluruh murid mengacungkan tangan mereka.
Saat itulah sang guru memasukkan pelajarannya
"Inilah pelajaran kalian hari ini, betapapun kalian berusaha mengubah bentuk uang ini tidak akan berpengaruh kepada nilainya.
Bagaimanapun kalian di hinakan, diremehkan, direndahkan, dilecehkan, dinistakan ataupun bahkan di fitnah, kalian harus tetap yakin bahwa nilai hakiki kalian tidak akan pernah tersentuh. Ketika itu kalian akan tetap berdiri kokoh setelah terjatuh. Kalian akan memaksa seluruh orang untuk mengakui harga diri kalian.
Bila kalian kehilangan kepercayaan terhadap diri kalian sendiri dan nilainya, saat itulah kalian kehilangan segala-galanya.."
Silahkan direnungkan masing2 pesan dari cerita di atas..
Semoga bisa bermanfaat...
Motivasi - Bagaimana cara mengelola Kehidupan
6:18:00 PM
Seorang guru besar di depan audiens nya memulai materi kuliah dengan menaruh topless yg bening & besar di atas meja.
Lalu sang guru mengisinya dengan bola tenis hingga tidak muat lagi. Beliau bertanya: "Sudah penuh?"
Audiens menjawab: "Sdh penuh".
Lalu sang guru mengeluarkan kelereng dari kotaknya & memasukkan nya ke dlm topless tadi. Kelereng mengisi sela2 bola tenis hingga tdk muat lagi. Beliau bertanya: "Sdh penuh?"
Audiens mjwb: "Sdh penuh".
Setelah itu sang guru mengeluarkan pasir pantai & memasukkan nya ke dlm topless yg sama. Pasir pun mengisi sela2 bola & kelereng hingga tdk bisa muat lagi. Semua sepakat kalau topless sdh penuh & tdk ada yg bisa dimasukkan lg ke dalamnya.
Tetapi terakhir sang guru menuangkan secangkir air kopi ke dalam toples yg sdh penuh dgn bola, kelereng & pasir itu.
Sang Guru kemudian menjelaskan bahwa:
"Hidup kita kapasitasnya terbatas spt topless. Masing2 dari kita berbeda ukuran toplesnya:
- Bola tenis adalah hal2 besar dlm hidup kita, yakni tanggung-jawab thdp Tuhan, orang tua, istri/suami, anak2, serta makan, tempat tinggal & kesehatan.
- Kelereng adalah hal2 yg penting, spt pekerjaan, kendaraan, sekolah anak, gelar sarjana, dll.
- Pasir adalah yg lain2 dlm hidup kita, seperti olah raga, nyanyi, rekreasi, Facebook, BBM, WA, nonton film, model baju, model kendaraan dll.
- Jika kita isi hidup kita dgn mendahulukan pasir hingga penuh, maka kelereng & bola tennis tdk akan bisa masuk. Berarti, hidup kita hanya berisikan hal2 kecil. Hidup kita habis dgn rekreasi dan hobby, sementara Tuhan dan keluarga terabaikan.
- Jika kita isi dgn mendahulukan bola tenis, lalu kelereng dst seperti tadi, maka hidup kita akan lengkap, berisikan mulai dr hal2 yg besar dan penting hingga hal2 yg menjadi pelengkap.
Karenanya, kita harus mampu mengelola hidup secara cerdas & bijak. Tahu menempatkan mana yg prioritas dan mana yg menjadi pelengkap.
Jika tidak, maka hidup bukan saja tdk lengkap, bahkan bisa tidak berarti sama sekali".
Lalu sang guru bertanya: "Adakah di antara kalian yg mau bertanya?"
Semua audiens terdiam, karena sangat mengerti apa inti pesan dlm pelajaran tadi.
Namun, tiba2 seseorang nyeletuk bertanya: "Apa arti secangkir air kopi yg dituangkan tadi .....?"
Sang guru besar menjawab sbg penutup: "Sepenuh dan sesibuk apa pun hidup kita, jgn lupa masih bisa disempurnakan dgn bersilaturahim sambil "minum kopi" ..... dgn tetangga, teman, sahabat yg hebat. Jgn lupa sahabat lama.
Saling bertegur sapa, saling senyum bila berpapasan ..... betapa indahnya hidup ini !
Lalu sang guru mengeluarkan kelereng dari kotaknya & memasukkan nya ke dlm topless tadi. Kelereng mengisi sela2 bola tenis hingga tdk muat lagi. Beliau bertanya: "Sdh penuh?"
Audiens mjwb: "Sdh penuh".
Setelah itu sang guru mengeluarkan pasir pantai & memasukkan nya ke dlm topless yg sama. Pasir pun mengisi sela2 bola & kelereng hingga tdk bisa muat lagi. Semua sepakat kalau topless sdh penuh & tdk ada yg bisa dimasukkan lg ke dalamnya.
Tetapi terakhir sang guru menuangkan secangkir air kopi ke dalam toples yg sdh penuh dgn bola, kelereng & pasir itu.
Sang Guru kemudian menjelaskan bahwa:
"Hidup kita kapasitasnya terbatas spt topless. Masing2 dari kita berbeda ukuran toplesnya:
- Bola tenis adalah hal2 besar dlm hidup kita, yakni tanggung-jawab thdp Tuhan, orang tua, istri/suami, anak2, serta makan, tempat tinggal & kesehatan.
- Kelereng adalah hal2 yg penting, spt pekerjaan, kendaraan, sekolah anak, gelar sarjana, dll.
- Pasir adalah yg lain2 dlm hidup kita, seperti olah raga, nyanyi, rekreasi, Facebook, BBM, WA, nonton film, model baju, model kendaraan dll.
- Jika kita isi hidup kita dgn mendahulukan pasir hingga penuh, maka kelereng & bola tennis tdk akan bisa masuk. Berarti, hidup kita hanya berisikan hal2 kecil. Hidup kita habis dgn rekreasi dan hobby, sementara Tuhan dan keluarga terabaikan.
- Jika kita isi dgn mendahulukan bola tenis, lalu kelereng dst seperti tadi, maka hidup kita akan lengkap, berisikan mulai dr hal2 yg besar dan penting hingga hal2 yg menjadi pelengkap.
Karenanya, kita harus mampu mengelola hidup secara cerdas & bijak. Tahu menempatkan mana yg prioritas dan mana yg menjadi pelengkap.
Jika tidak, maka hidup bukan saja tdk lengkap, bahkan bisa tidak berarti sama sekali".
Lalu sang guru bertanya: "Adakah di antara kalian yg mau bertanya?"
Semua audiens terdiam, karena sangat mengerti apa inti pesan dlm pelajaran tadi.
Namun, tiba2 seseorang nyeletuk bertanya: "Apa arti secangkir air kopi yg dituangkan tadi .....?"
Sang guru besar menjawab sbg penutup: "Sepenuh dan sesibuk apa pun hidup kita, jgn lupa masih bisa disempurnakan dgn bersilaturahim sambil "minum kopi" ..... dgn tetangga, teman, sahabat yg hebat. Jgn lupa sahabat lama.
Saling bertegur sapa, saling senyum bila berpapasan ..... betapa indahnya hidup ini !
Subscribe to:
Posts (Atom)







