Sunday, October 25, 2015
Motivasi - Elang
8:30:00 PM
Sahabat, Dalam
kehidupan kita ini, kadang kita juga harus melakukan suatu keputusan
yang sangat berat untuk memulai sesuatu proses pembaharuan. Kita harus
berani dan mau membuang semua kebiasaan lama yang mengikat, meskipun
kebiasaan lama itu
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Kisah tentang bagaimana
burung ELANG bisa bertahan hidup sampai mencapai usia 70 tahun. Usia hidup yang lama, kan? Bagaimana bisa ELANG diambil sebagai simbol dari mulai klub-klub olahraga, bahkan negara? Yang hebat, apanya?
Burung ini melambangkan keperkasaan, kakinya yang kuat mencengkeram mangsa makanannya, matanya dengan penglihatan luar biasa, paruhnya yang tajam, dan bisa terbang tanpa mengepakkan sayapnya berkilo-kilo meter jauhnya.
Burung elang bisa mencapai umur hingga 70 tahun.
Tapi ketika di umur 40 tahunnya, si elang harus mengambil KEPUTUSAN BERAT.
Di umur tersebut, paruh tajamnya akan menjadi panjang dan bengkok.
Cakar kakinya akan menjadi lentur dan tidak kuat lagi mencengkeram mangsa.
Bulu-bulunya akan menjadi tebal dan berat, sehingga ia tidak dapat terbang sehebat dulu.
Elang yang perkasa itu, tidak bisa lagi MENCARI MAKAN.
Burung ini melambangkan keperkasaan, kakinya yang kuat mencengkeram mangsa makanannya, matanya dengan penglihatan luar biasa, paruhnya yang tajam, dan bisa terbang tanpa mengepakkan sayapnya berkilo-kilo meter jauhnya.
Burung elang bisa mencapai umur hingga 70 tahun.
Tapi ketika di umur 40 tahunnya, si elang harus mengambil KEPUTUSAN BERAT.
Di umur tersebut, paruh tajamnya akan menjadi panjang dan bengkok.
Cakar kakinya akan menjadi lentur dan tidak kuat lagi mencengkeram mangsa.
Bulu-bulunya akan menjadi tebal dan berat, sehingga ia tidak dapat terbang sehebat dulu.
Elang yang perkasa itu, tidak bisa lagi MENCARI MAKAN.
Dan keputusan berat itu adalah:
Berdiam diri, menerima nasibnya, kemudian MATI perlahan-lahan.
Atau
Melewati proses yang SANGAT MENYAKITKAN untuk bisa bertahan hidup sampai 30 tahun kemudian.
Proses itu mengharuskan sang elang untuk menyendiri di puncak gunung dan membangun sarangnya disana.
Ia akan mematuk-matukkan paruhnya ke batu sampai paruh panjangnya tadi habis, tumpul, dan menunggunya tumbuh kembali!
Ia akan menancap-nancapkan cakar kakinya ke tanah dan batu sampai cakar itu habis, dan menunggunya tumbuh kembali!
Ia pun akan mencabuti bulu-bulu tuanya satu per satu, dan menunggu bulu barunya untuk tumbuh kembali!
Setelah proses yang menyakitkan tersebut, paruh, cakar kaki dan bulu-bulu barunya akan tumbuh dengan yang baru, dan setelah cukup kuat, sang elang akan terbang kembali untuk pertama kalinya untuk dapat memulai kehidupan berikutnya yang dapat berlangsung sampai 30 tahun lagi!
Si burung Elang, hewan yang dianggap perkasa, predator, kuat, harus sedemikian sengsara menjalani sebuah proses yang menyakitkan, hanya untuk 1 hal, untuk bertahan hidup. Pilihannya hanyalah, mau menjalani proses tersebut untuk bisa mendapatkan tambahan 30 tahun usia lagi, atau tidak mau dan kemudian mati perlahan-lahan.
Bagaimana dengan kita?
Elang hanya punya 2 pilihan.
Kita punya beribu-ribu pilihan, tapi terkadang kita menolak menjalani sebuah proses yang akan menempa kita untuk lebih kuat lagi, to live and survive for a better future!
Alam mengajari, segala sesuatu membutuhkan proses.
Proses itu kadang-kadang berupa lelah, kadang-kadang berupa sesuatu yang tidak menyamankan perasaan, sedih, dll. Nggak enak? Ya, tapi semakin kita hadapi dan mau menjalani prosesnya, akan lebih mudah kita mengatasi hal yang sama di masa mendatang. Semakin kuat seperti burung elang di kehidupan keduanya.
Terkadang kita suka menghindari si "proses menyakitkan" itu.
Lebih suka berada di zona nyaman, padahal ilmu dan pengalaman tidak akan datang kalau kita tidak mau mencoba hal-hal yang baru.
Jika kita menjadi seekor elang, mana yang akan kita pilih, pilihan pertama atau kedua?
Pikirkan juga SIAPA saja yang akan menanggung efek dari pilihan yang kita buat tersebut, untuk akhir yang bahagia atau akhir yang lain?
Berdiam diri, menerima nasibnya, kemudian MATI perlahan-lahan.
Atau
Melewati proses yang SANGAT MENYAKITKAN untuk bisa bertahan hidup sampai 30 tahun kemudian.
Proses itu mengharuskan sang elang untuk menyendiri di puncak gunung dan membangun sarangnya disana.
Ia akan mematuk-matukkan paruhnya ke batu sampai paruh panjangnya tadi habis, tumpul, dan menunggunya tumbuh kembali!
Ia akan menancap-nancapkan cakar kakinya ke tanah dan batu sampai cakar itu habis, dan menunggunya tumbuh kembali!
Ia pun akan mencabuti bulu-bulu tuanya satu per satu, dan menunggu bulu barunya untuk tumbuh kembali!
Setelah proses yang menyakitkan tersebut, paruh, cakar kaki dan bulu-bulu barunya akan tumbuh dengan yang baru, dan setelah cukup kuat, sang elang akan terbang kembali untuk pertama kalinya untuk dapat memulai kehidupan berikutnya yang dapat berlangsung sampai 30 tahun lagi!
Si burung Elang, hewan yang dianggap perkasa, predator, kuat, harus sedemikian sengsara menjalani sebuah proses yang menyakitkan, hanya untuk 1 hal, untuk bertahan hidup. Pilihannya hanyalah, mau menjalani proses tersebut untuk bisa mendapatkan tambahan 30 tahun usia lagi, atau tidak mau dan kemudian mati perlahan-lahan.
Bagaimana dengan kita?
Elang hanya punya 2 pilihan.
Kita punya beribu-ribu pilihan, tapi terkadang kita menolak menjalani sebuah proses yang akan menempa kita untuk lebih kuat lagi, to live and survive for a better future!
Alam mengajari, segala sesuatu membutuhkan proses.
Proses itu kadang-kadang berupa lelah, kadang-kadang berupa sesuatu yang tidak menyamankan perasaan, sedih, dll. Nggak enak? Ya, tapi semakin kita hadapi dan mau menjalani prosesnya, akan lebih mudah kita mengatasi hal yang sama di masa mendatang. Semakin kuat seperti burung elang di kehidupan keduanya.
Terkadang kita suka menghindari si "proses menyakitkan" itu.
Lebih suka berada di zona nyaman, padahal ilmu dan pengalaman tidak akan datang kalau kita tidak mau mencoba hal-hal yang baru.
Jika kita menjadi seekor elang, mana yang akan kita pilih, pilihan pertama atau kedua?
Pikirkan juga SIAPA saja yang akan menanggung efek dari pilihan yang kita buat tersebut, untuk akhir yang bahagia atau akhir yang lain?
Elang merupakan jenis
unggas yang mempunyai umur paling panjang didunia. Umurnya dapat
mencapai 70 tahun. Tetapi untuk mencapai umur sepanjang itu seekor elang
harus membuat suatu keputusan yang sangat berat pada umurnya yang ke
40. Ketika elang berumur 40 tahun, cakarnya mulai menua, paruhnya
menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dadanya. Sayapnya
menjadi sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan
tebal,sehingga sangat menyulitkan waktu terbang. Pada saat itu, elang
hanya mempunyai dua pilihan: Menunggu kematian, atau Mengalami suatu
proses transformasi yang sangat menyakitkan - suatuproses transformasi
yang panjang selama 150 hari. Untuk melakukan transformasi itu, elang
harus berusaha keras terbang keatas puncak gunung untuk kemudian membuat
sarang ditepi jurang , berhenti dan tinggal disana selama proses
transformasi berlangsung. Pertama-tama, elang harus mematukkan paruhnya
pada batu karang sampai paruh tersebut terlepas dari mulutnya, kemudian
berdiam beberapa lama menunggu tumbuhnya paruh baru. Dengan paruh yang
baru tumbuh itu, ia harus mencabut satu persatu cakar-cakarnya dan
ketika cakar yang baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya satu
demi satu. Suatu proses yang panjang dan menyakitkan. Lima bulan
kemudian, bulu-bulu elang yang barusudah tumbuh. Elang mulai dapat
terbang kembali. Dengan paruh dan cakar baru, elang tersebut mulai
menjalani 30 tahun kehidupan barunya dengan penuh energi! ... Sahabat,
Dalam kehidupan kita ini, kadang kita juga harus melakukan suatu
keputusan yang sangat berat untuk memulai sesuatu proses pembaharuan.
Kita harus berani dan mau membuang semua kebiasaan lama yang mengikat,
meskipun kebiasaan lama itu adalah sesuatu yang menyenangkan dan
melenakan. Kita harus rela untuk meninggalkan perilaku lama kita agar
kita dapat mulai terbang lagi menggapai tujuan yang lebih baik di masa
depan. Hanya bila kita bersedia melepaskan beban lama, membuka diri
untuk belajar hal-hal yang baru, kita baru mempunyai kesempatanuntuk
mengembangkan kemampuan kita yang terpendam, mengasah keahlian baru dan
menatap masa depan dengan penuh keyakinan. Halangan terbesar untuk
berubah terletak di dalam diri sendiri dan andalah sang penguasa atas
diri anda. Jangan biarkan masa lalu menumpulkan asa dan melayukan
semangat kita.Karena Anda adalah elang-elang itu. Perubahan pasti
terjadi. Maka itu, kita harus berubah! Salam Motivasi...!
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Elang merupakan jenis
unggas yang mempunyai umur paling panjang didunia. Umurnya dapat
mencapai 70 tahun. Tetapi untuk mencapai umur sepanjang itu seekor elang
harus membuat suatu keputusan yang sangat berat pada umurnya yang ke
40. Ketika elang berumur 40 tahun, cakarnya mulai menua, paruhnya
menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dadanya. Sayapnya
menjadi sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan
tebal,sehingga sangat menyulitkan waktu terbang. Pada saat itu, elang
hanya mempunyai dua pilihan: Menunggu kematian, atau Mengalami suatu
proses transformasi yang sangat menyakitkan - suatuproses transformasi
yang panjang selama 150 hari. Untuk melakukan transformasi itu, elang
harus berusaha keras terbang keatas puncak gunung untuk kemudian membuat
sarang ditepi jurang , berhenti dan tinggal disana selama proses
transformasi berlangsung. Pertama-tama, elang harus mematukkan paruhnya
pada batu karang sampai paruh tersebut terlepas dari mulutnya, kemudian
berdiam beberapa lama menunggu tumbuhnya paruh baru. Dengan paruh yang
baru tumbuh itu, ia harus mencabut satu persatu cakar-cakarnya dan
ketika cakar yang baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya satu
demi satu. Suatu proses yang panjang dan menyakitkan. Lima bulan
kemudian, bulu-bulu elang yang barusudah tumbuh. Elang mulai dapat
terbang kembali. Dengan paruh dan cakar baru, elang tersebut mulai
menjalani 30 tahun kehidupan barunya dengan penuh energi!
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Elang merupakan jenis
unggas yang mempunyai umur paling panjang didunia. Umurnya dapat
mencapai 70 tahun. Tetapi untuk mencapai umur sepanjang itu seekor elang
harus membuat suatu keputusan yang sangat berat pada umurnya yang ke
40. Ketika elang berumur 40 tahun, cakarnya mulai menua, paruhnya
menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dadanya. Sayapnya
menjadi sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan
tebal,sehingga sangat menyulitkan waktu terbang. Pada saat itu, elang
hanya mempunyai dua pilihan: Menunggu kematian, atau Mengalami suatu
proses transformasi yang sangat menyakitkan - suatuproses transformasi
yang panjang selama 150 hari. Untuk melakukan transformasi itu, elang
harus berusaha keras terbang keatas puncak gunung untuk kemudian membuat
sarang ditepi jurang , berhenti dan tinggal disana selama proses
transformasi berlangsung. Pertama-tama, elang harus mematukkan paruhnya
pada batu karang sampai paruh tersebut terlepas dari mulutnya, kemudian
berdiam beberapa lama menunggu tumbuhnya paruh baru. Dengan paruh yang
baru tumbuh itu, ia harus mencabut satu persatu cakar-cakarnya dan
ketika cakar yang baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya satu
demi satu. Suatu proses yang panjang dan menyakitkan. Lima bulan
kemudian, bulu-bulu elang yang barusudah tumbuh. Elang mulai dapat
terbang kembali. Dengan paruh dan cakar baru, elang tersebut mulai
menjalani 30 tahun kehidupan barunya dengan penuh energi!
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Wednesday, October 7, 2015
Motivasi: Kecantikan ditukar dengan kekayaan ?
1:53:00 AM
Seorang gadis muda n cantik, mengirimkan surat ke sebuah majalah terkenal, dengan judul:
"Apa yang harus saya lakukan untuk dapat menikah dengan pria kaya?"
Saya
jujur ttg apa yang saya katakan di sini. tahun ini saya berumur 25 th
saya sangat cantik, mempunyai selera fashion yg bagus. saya ingin
menikahi pria dgn penghasilan min $500ribu/th. anda mungkin
berpikir saya matre, tapi penghasilan $1juta/th hanya dianggap sebagai
kelas menengah di New York. persyaratan saya tidak tinggi. apakah ada di
forum ini mempunyai penghasilan $500ribu/tahun? apa kalian semua sudah
menikah? yang saya ingin tanyakan: apa yang harus saya lakukan untuk
menikahi orang kaya seperti anda?
dengan kerendahan hati, saya ingin menanyakan: dimana para lajang2 kaya hang out?
kisaran
umur berapa yang harus saya cari? menapa kebanyakan istri dari orang2
kaya hny berpenampilan standar? saya pernah bertemu dgn beberapa wanita
yang memiliki penampilan tidak menarik, tapi mereka bisa menikahi pria
kaya?
bagaimana, anda memutuskan, siapa yang bisa menjadi istrimu, dan siapa yang hanya bisa menjadi pacar?
ttd.
Si Cantik
Inilah balasan dari seorang pria yang bekerja di Finansial Wall Street:
saya
telah membaca surat mu dengan semangat. saya rasa banyak gadis2 di luar
sana yang mempunyai pertanyaan yang sama. ijinkan saya untuk
menganalisa situasi mu sbg seorang profesional.
pendapatan tahunan
saya>$500rb, sesuai syaratmu, jadi saya harap semuanya tidak
berpikir saya main2 disini. dari sisi seorang bisnis, merupakan
keputusan salah untuk menikahimu. jawabannya mudah saja, saya coba
jelaskan, coba tempatkan "kecantikan" dan "uang" bersisian, dimana anda
mencoba menukar kecantikan dgn uang: pihak A menyediakan kecantikan, dan
pihak B membayar untuk itu, hal yg masuk akal. tapi ada masalah disini,
kecantikan anda akan menghilang, tapi uang saya tidak akan hilang tanpa
ada alasan yang bagus. faktanya, pendapatan saya mungkin akan meningkat
dari tahun ke tahun, tapi anda tidak akan bertambah cantik tahun demi
tahun.
Karena itu, dari sudut pandang ekonomi, saya adalah aset
yang akan meningkat, dan anda adalah aset yang akan menyusut. bukan
hanya penyusutan normal, tapi penyusutan eksponensial.
jika hanya
(kecantikan) itu aset anda, nilai anda akan sangat mengkhawatirkan 10
tahun mendatang. dari aturan yg kita gunakan di Wall Street, setiap
pertukaran memiliki posisi, kencan dengan anda juga merupakan posisi
tukar. jika nilai tukar turun, kita akan menjualnya dan adalah ide buruk
untuk menyimpan dalam jangka lama, seperti pernikahan yang anda
inginkan. mungkin terdengar kasar, tapi untuk membuat keputusan
bijaksana, setiap aset dengan nilai depresiasi besar akan di jual atau
"disewakan.. " siapa saja dengan penghasilan tahunan $500rb, bukan orang
bodoh, kami hanya berkencan dengan anda, tapi tidak akan menikahi anda.
Saya
menyarankan agar anda lupakan saja untuk mencari cara menikahi orang
kaya. lebih baik anda menjadikan diri anda orang kaya dengan pendapatan
$500rb/tahun. ini kesempatan lebih bagus daripada mencari orang kaya
bodoh. mudah2an balasan ini dapat membantu. Jika anda tertarik untuk
servis "sewa pinjam," hubungi saya.
ttd
Carlo
Monday, October 5, 2015
Motivation - Seberapa tinggi kamu bisa melompat?
8:54:00 PM
How high can you jump?
Dalam suatu percobaan, dimasukkan
seekor kutu ke dalam sebuah toples. Pada awalnya, kutu tersebut berusaha
melompat keluar sekuat tenaga, setinggi dan sesering mungkin. Setelah keluar
dari toples. Peneliti memasukkan dia kedalam toples yang tertutup. Kutu tetap
berusaha melompat keluar dari toples, namun apa daya setiap upayanya selalu
terbentu tutup toples. Semakin kuat lompatannya semakin terasa sakit kepalanya,
dan pada akhirnya semakin kuat pula keyakinannya ia tidak akan bisa keluar.
Suatu ketika ttu toples dibuka.
Sang kutu masih tetap mencoba melompat keluar, tetapi kini lompatannya tidak
sekencang dan tinggi lagi, hanya sampai ujung toples. Mereka tidak bisa keluar.
Inilah yang dinamakan self-limiting belief. Padahal jika kutu tersebut melompat
kencang dan tinggi seperti pertama kali, mereka pasti bisa keluar dari toples.
Kesimpulannya begitu sikutu mengkondisikan dirinya untuk melompat hanya
setinggi toples, hasilnya bisa anda tebak. Pikiran bawah sadarnya menerima
informasi dari pikiran sadarnya untuk melompat hanya sebatas tinggi toples
saja. Karena jika lebih hasilnya sama saja.
Kebanyakan manusia melakukan hal
yang sama dalam kehidupannya, mereka hidup dengan “membatasi” diri dan
tidak pernah mencapai potensi maksimalnya. Sama seperti kutu tadi, mereka
menganggap bahwa apa yang selama ini dilakukan dalam hidup telah maksimal.
Mereka telah mendapatkan “bayaran” secara maksimal sesuai yang mereka lakukan
selama ini. Padahal sesungguhnya, bisa jadi mereka telah berada didalamn
“toples” selama bertahun-tahun; sehebat apapun kerja yang mereka lakukan,
hasilnya hanya sampai pada tutup toples, dan mereka tidak menyadarinya sama
sekali.
Saya harap anda tidak termasuk bagian dari
mereka yang terkungkung didalam toples, jika ternyata anda telah menjadi bagian
dari mereka, mulai saat ini kuatkanlah tekad untuk melompat keluar dari
“toples” kehidupan anda.
Motivasi: Self-Limiting Belief - Gajah
8:47:00 PM
Self-limiting belief
Bagaimana caranya gajah-gajah
liar dan bertenaga besar bisa diatur manusia? Bagaimana cara mengendalikan
gajah-gajah tersebut? Caranya, para pelatih gajah memasukkan “program” ke dalam
pikiran gajah ketiga gajah itu masih sangat muda. “program” dimaksud adalah
menciptakan rasa berbelenggu dibenak para gajah (self-imposed limits).
Bagaimana cara kerjanya? Ketika para gajah tersebut masih sangat muda, dengan
berat sekitar 150 kg, mereka diikat dengan beberapa utas rantai yang sangat
besar, berat dan kuat. Kemudian, rantai tersebut diikat pada sebuah tonggak
besar yang tidak dapat digerakkan. Setiap hari gajah tersebut berusaha
melepaskan diri dari belenggu dan keerbatasan ini, dari rantai tersebut.
Bahkan sesekali mereka mencoba
memutuskan rantai ini dengan cara menggigitnya. Namun apa daya, rantai tersebut
sangat besar dan kuat, mereka tetap terbelenggu. Pada suatu ketika mereka
merasa lelah dan akhirnya menyerah pasrah pada keadaan, meraka putus asa
mencoba melepaskan diri dari belenggu tersebut. Sekarang, para gajah tersebut
merasa yakin bahwa mereka tidak memiliki kesempatan sekali lagi untuk terbebas
dari belenggu.
Dengan keyakinan ini para
pengendali gajah mulai mengganti rantai pengikat dengan rantai yang lebih
kecil, ternyata gajah tertap tidak mau dan tidak mampu mengubah keadaan serta
melepaskan diri. Dan rantai-rantaipun diganti dengan yang lebih kecil, begitu
seterusnya. Bahkan ketika gajah tersebut tumbuh besar dengan berat 3000 kg,
meraka tetap tidak melawan dan melepaskan diri, karena mereka yakin bahwa
mereka tidak mempunyai kesempatan sama sekali untuk melepaskan diri.
Sama seperti gajah, kita juga
sebenarnya sudah di “program” dengan membentuk batasan-batasan kita sendiri.
Kita membuat penjara yang mengerangkeng sebagian besar potensi kita. Semua itu
juga tidak nyata, hanya bersemayam didalam pikiran kita, yang membelenggu dan
membatasi pikiran kita sehingga kita tidak bisa…
-
Mencapai hasil yang maksimal dalam hidup kita
-
Mencapai target yang lebih tinggi lagi
-
Mencapai kesuksesan yang jauh lebih besar
-
Mendapatkan penghasilan yang lebih besar dari
yang kita capai saat ini
-
Mencapai jenjang karier yang lebih tinggi
seperti yang selalu kita impikan,
-
Mencapai mimpi-mimpi dan cita-cita kita
Kita memiliki belenggu yang
mungkin mengikat kita sedari kecil atau mungkin dari pengalaman-pengalaman kita
terdahulu. Sudah saatnya kita memerhatikan dengan seksama, apakah belenggu itu
masih aktif atau tidak. Patahkan belenggu itu untuk mencapai kesuksesan yang
lebih besar lagi.
Subscribe to:
Posts (Atom)




