MOTIVATION

MOTIVATION

True motivation was created for you to reaching your dream, your love, to conquer your fear, your weakness and to bring a new perception that we can upside down the worlds by our new spirit - our new purpose of life.

Adsense

Sunday, October 4, 2015

Motivasi - The Grumpy Old Man

5:49:00 PM



Kisah seorang kakek yang berjanggut panjang dan hidup di sebuah desa. Kakek ini memiliki dua orang cucu yang tinggal bersamanya di gubuk kecil. Pada suatu ketika sang kakek tertidur pulas diranjang didalam kamarnya. Pada saat itulah kedua cucunya melakukan hal yang cukup kurang ajar, mereka mengoleskan potongan kotoran ayam yang bau ke janggut sang kakek. 

Pada sore harinya sang kakek terbangun dan mencium bau terasi yang tak sedap disekelilingnya. Sambil bersungut marah, ia berteriak waduh kamar ini sangat bau. Ia kemudian mencoba untuk menemukan sumbernya, kemudian ia beralih keruangan lainnya. 

Bau kotoran ayam terus dirasakan oleh kakek walaupun ia tidak menemukan sumbernya diruang-ruang luar kamarnya. Akhirnya keluarlah ia dari rumah dan bau kotoran ayam tersebut tetap terasa, dan semakin terasa. Diluar rumah, sang kakek akhirnya berteriak “ dunia ini bau kotoran ayam”

Hakikatnya, “kotoran ayam” itu ada pada diri kita sendiri bukan pada lingkungan kita. Jika anda merasa lingkungan memberikan respons negative terhadap diri anda, hal pertama yang harus anda lakukan adalah koreksi diri . jangan-jangan sumber kesalahan sebenarnya terletak pada diri anda sendiri.

Motivasi - Apa yang menjadi Fokus kita?

5:45:00 PM



What is your focus? 
Kisah seorang ibu dan anaknya yang baru berusia 7 tahun yang kegemarannya menyantap ikan bandenga goring. Seperti anda tahu, ikan bandeng adalah ikan lezat yang memiliki banyak sekali duri-duri halus, hal ini sangat berbahaya bagi anak kecil. Setelah sang ibu memisahkan daging dari tulang-tulang ikan, barulah ia memberikannya kepada sang anak. 

Pada suatu ketika, sang ibu tidak memisahkan daging dari tulang ikan, ia langsung memberikan kepada sang anak, dengan tujuan agar sang anak tersebut mau belajar. Setelah sekian lamanya anak kecil ini berusaha memisahkan tulang-tulang dari daging ikan, ia akhirnya putus asa juga. "Tidak bisa bu, aku nggak bisa makan, kebanyakan tulangnya", ujar sang anak. Sang ibu dengan tenang berkata, "nak kamu coba lihat, banyak mana daging atau tulangnya?" "Tentu banyak dagingnya, bu", timpal anaknya. Nah kamu tahu mengapa kamu tidak bisa? Itu karena kamu terlalu berfokus pada tulangnya dan tidak berfokus pada dagingnya.

Attitude kita sangat menentukan bagaimana cara pandang kita terhadap suatu persoalan. Bagi orang positif, masalah dapat menjadi titian tangga menuju keberhasilan, mereka selalu menjadikan setiap masalah sebagai pelajaran berharga yang mendekatkan mereka dengan kesuksesan. Sementara bagi orang negative, suatu masalah bisa menjadi tembok penghalang dan batu sandungan. Orang negative melihat masalah sebagai bagian dari kejamnya dunia yang menyebabkan mereka takut untuk mencoba.

Pandangan/ focus mereka terhadap suatu persoalan menentukan apakah mereka berhasil atau tidak, contohnya jika ada gelas deyang terisi air setengahnya, orang positif akan berkata “ gelas itu terisi setengah penuh, sementara orang negative akan berkata gelas itu setengah kosong” artinya orang positif berfokus pada solusi sementara negative berfokus pada masalah.

Attitude adalah bagaimana anda bereaksi terhadap segala kejadian dalam hidup, sewaktu orang melihat segala sesuatu dari sisi positif dan konstruktif, maka kita akan melihat hal-hal baik dari setiap situasi yang anda hadapi. Emosi anda akan terbawa menjadi positif, cara berpikir anda juga akan terbiasa positif, bahkan yang paling penting adalah anda akan bertindak secara positif.

Motivasi - God Is Not Fair?

5:41:00 PM



Suatu perlombaan lari 400 meter diadakan untuk menguji siapa manusia yang paling cepat didunia. Lomba tersebut merupakan perlombaan yang paling diminati oleh seluruh penonton sehingga semua orang menunggu dengan antusias. Lomba ini diikuti oleh tiga orang atlet hebat di nomor lari 400 meter. Semua peserta lomba mulai dari garis start yang sama, menempuh jarak yang sama, dan memiliki tujuan yang sama, yaitu menjadi orang yang paling cepat mencapai garis finish. 

Setelah bersiap, tanda perlombaanpun dimulai. Sang wasit menembakkan pistor ke udara , 3…2…1, tar!!! Semua peserta secepat kilat berlari menuju garis akhir, dan berusaha saling mendahului satu sama lain. Sorak sorai penonton yang begitu bergemuruh menambah seru jalannya perlombaan. Tiba-tiba, terjadilah hal diluar dugaan. Pada tikungan kedua dilintasan, dua orang atlet saling bersinggungan satu sama lain, dan arena gesekan tersebut keduanya menjadi sedikit terganggu kecepatannya dan terhambat sebentar.

Penonton begitu bersemangat menyaksikan jalannya perlombaan sehingga tidak memperhatikan insiden kecil tersebut. Salah satu atlet yang bersinggungan merasa terganggu dengan kejadian itu dan menyatakan protesnya, "kenapa menyenggol saya? Kamu curang…!!" Oleh karena tidak mendapat respons akhirnya ia berteriak kepada panitia dan penonton dan meminta perlombaan dimulai ulang!

Penonton tidak memperdulikan kejadian kecil itu dan penonton juga tidak peduli dengan dua atlet lainnya mereka hanya peduli pada siapa atlet yang paling dulu menyentuh garis finish. Hal yang pasti adalah atlet yang kalah sudah jelas, yaitu atlet yang tidak mau meneruskan perlombaan dan terus marah-marah tadi.

Cerita tentang tiga atlet tadi menunjukkan pada kita bahwa terkadang kita merasa dunia tidak adil, dan benar bahwa dunia tidak berjalan sesuai keinginan kita melainkan sesuai dengan kehidupan itu sendiri. Namun yang berita yang paling menggembirakan dan terpenting adalah respons apa yang kita berikan terhadap kenyataan hidup ini, itulah arti kehidupan sebenarnya.

Dunia ini kejam dan tidak memperhatikan keinginan kita, dunia ini seperti perlombaan yang ingin segera menentukan siapa yang menang dan siapa yang kalah. Jika kita selalu memiliki attitude sebagai orang yang tidak siap bersaing dan sulit bangkit dari kegagalan maka kita akan menjadi orang yang terbuang/ terkalahkan.

Tetapi jika kita tidak mudah menyerah, memiliki attitude yang siap bersaing dan mau bangkit dari kegagalan serta tidak menyalahkan keadaan dan orang lain maka kita akan keluar sebagai pemenang. Respons terhadap hal hal tersebut tentunya bergantung dari bagaimana cara berpikir kita. Focus terhadap solusi dan tidak menyalahkan Tuhan itulah kunci attitude.

Motivasi - Antusias meraih mimpi

5:35:00 PM



Seorang ibu memiliki dua orang anak kembar berumur sekitar 10 tahun. Faktanya, kedua anak ini memiliki attitude yang sangat bertolak belakang. Anak yang satu berjiwa pemalas dan lemah semangat, sedangkan yang satunya lagi selalu penuh semangat dan antusias. Untuk menguji perilaku kedua anaknya, sang ibu memasukkan mereka masing-masing kedalam dua kamar berbeda. 

Mereka didiamkan beberapa saat dan dikunci dari luar kamar. Untuk anak pertama, sang ibu memasukkan bermacam-macam mainan ke dalam kamarnya, mulai dari mainan elektronik, puzzle, boneka, dan lain sebagainya. Untuk anak yang kedua, kamarnya dikosongkan. Bahkan ditengah-tengah kamarnya diletakkan kotoran kuda. Kemudian kamarpun dikunci. Setelah beberapa saat, kamar anak yang pertama dibuka. Sang ibu terkejut, karena anaknya sedang menangis dipojok kamar. “ada apa nak? Bukankah ibu sudah berikan banyak mainan untukmu?" Tanya sang ibu. Si anaknya menjawab, “iya bu, mainan banyak, tapi aku tak ada teman bermain disini…”

Kemudian sang ibu membuka kamar anak yang satunya lagi. Betapa terkejutnya ibu tersebut, karena ditengah-tengah kamar sudah ada lubang besar, dan anaknya sedang menggali terus lubang tersebut. “ apa yang sedang kamu lakukan, nak? Kenapa kamu menggali lubang disitu? Tanya ibunya. Sang anak kemudian dengan terengah-engah menjawab “bu.. kalau diatas tadi ada kotoran kuda, pasti dibawah sini ada kudanya!!!

Dua ilustrasi cerita tersebut menggambarkan betapa besar pengaruh antusiasme dalam kehidupan seseorang. Menurut kamus Webster “antusiasme adalah perasaan senang luar biasa untuk mencapai sesuatu. Ketika kita memiliki sesuatu sebagai tujujan untuk di gapai, kita akan bersedia untuk mengeluarkan segenap potensi diri untuk mencapainya.

Antusiasme merupakan satu-satunya hal yang membuat noah Webster menghabiskan 36 thaun masa hidupnya untuk menyusun sebuah kamus terlengkap standar dunia. Antusiasme ini juga yang membuat Thomas alfa Edison tabah dan sabar melalui ribuan kegagalan untuk menemukan bola lampu.

Antusiasme akan menyebabkan seseorang begitu mencintai pekerjaannya, bahkan ia akan berusaha untuk menghasilkan yang terbaik dalam setiap pekerjaannya. Mereka tidak pernah dikontrol oleh lingkungannya, antusiasme membuat kita lebih menarik dan kita menjadi berbeda.

Jika kita memiliki antusiasme seperti anak kedua tadi, kita akan dibawa kepada suatu kesuksesan, oleh karena itu semoga kita semua mencapai target/ goal hidup kita melalui antusiasme.

Thursday, October 1, 2015

Motivasi - Pesan dari Air (Message from water)

9:15:00 PM
Sudah lama saya membaca ulasan dari Dr. Masaru Emoto tentang pesan dari air/ message from water. Seperti yang kita ketahui bahwa air adalah benda hidup, dia memiliki molekul yang berubah-ubah sesuai dengan lingkungan dan suasana pada saat itu.
Disamping ini adalah contoh air yang diambil dari sumber mata air di jepang kemudian dibekukan dan pada saat proses pencairannya akan di lihat di mikroskop dan diambil photo kristalnya dengan camera.


Dokter tersebut bersama temannya kemudian mulai melakukan pencarian air di beberapa negara seperti di London, France, Amerika, Canada, Argentina, Brazil untuk meneliti kandungan kristal tersebut dan diambil photonya, hasil yang didapat oleh mereka bahwa air dari negara tersebut juga memiliki jenis kristal yang berbeda-beda dikarenakan sumbernya berbeda. Gambar dibawah ini adalah jenis-jenis kristal yang diteliti dan diphoto oleh mereka:
Dibawah ini gambar air yang diambil dari negara Argentina & Brazil
Dibawah ini gambar air yang diambil dari negara USA dan Canada

Mereka juga melalukan penelitian tentang air dengan berbagai musim serta yang paling luar biasa adalah penelitian mereka tentang Water listens to sound (Air yang mendengar Suara). Mereka melakukan percobaan dengan cara menyetel lagu dan membiarkan air tersebut mendengarkan music yang dimainkan, hasilnya adalah sangat luar biasa, air tersebut berubah menjadi kristal yang indah dan ada beberapa jenis musik yang membuat kristalnya saling terpisah kemudian ada yang berbentuk mengerikan.
dibawah ini gambar air yang diberikan suara musik klasik 



dibawah ini gambar air yang diberikan suara musik rock/ heavy metal 

Hal serupa juga terjadi sewaktu air diberikan perkataan, doa atau tulisan positif membuat kristalnya menjadi indah, sementara tulisan negatif membuat kristalnya memiliki bentuk mengerikan.

dibawah ini gambar air diberikan tulisan "Terima kasih" dalam bahasa jepang

Dibawah ini gambar air diberikan tulisan "kamu bodoh" dalam bahasa jepang


Inilah yang menjadi alasan mengapa kita tidak boleh mengeluh, tidak boleh menyakiti hati orang lain, serta tidak boleh melakukan hal-hal negatif yang berakibat buruk bagi kehidupan kita maupun orang lain.

Ingat bahwa manusia memiliki kandungan cairan sebanyak 75 persen dalam tubuhnya, sewaktu kita mengeluarkan kata-kata negatif maka cairan yang ada ditubuh kita akan bereaksi sesuai dengan apa yang kita katakan atau kita ucapkan.

Jangan lagi mengatakan kepada anak-anak kita ucapan negatif melainkan berikan kata-kata yang positif, kata-kata doa, kata-kata yang mengandung pengharapan sehingga kita serta anak kita menjadi kristal yang indah :D





Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua dan memberikan kita wawasan bagaimana menjaga hati, pikiran serta perkataan kita sesuai kehendak Tuhan. amin :D

Wednesday, September 30, 2015

Motivasi - Mengapa Kita Berteriak Saat Kita Marah?

6:42:00 PM



Ada seorang Suci yang tengah beristirahat sejenak di tepi sungai bersama para muridnya.

Tidak jauh dari tempat mereka beristirahat terlihat lah sepasang suami istri diseberang sungai. Mereka tampaknya sedang bertengkar dan saling berteriak satu sama lain.

Saking kerasnya teriakan mereka sampai terdengar hingga ke seberang sungai, tempat dimana orang suci dan para muridnya sedang beristirahat.

Orang suci ini bertanya kepada para murid :

"Kenapa orang yang sedang marah atau bertengkar berteriak satu sama lain?"

Para muridnya berpikir sejenak...

Satu dari mereka berkata, "Karena kita kehilangan kesabaran, maka kita berteriak saat marah."

Sang orang suci bertanya kembali; "Tapi kenapa harus berteriak disaat orang lain itu berada tepat disebelahmu? Bukankah cukup berbicara kepadanya dengan cara yang lembut dan sopan?"

Beberapa muridnya mulai memberikan jawaban yang berbeda tetapi tampaknya tidak ada jawaban yang cukup tepat untuk menjelaskan pertanyaan Sang orang suci.

Akhirnya Sang orang suci menjelaskan :

"Saat dua orang marah satu sama lain, hati mereka saling menjauh. Untuk menutup jarak tersebut mereka harus berteriak untuk dapat saling mendengar satu sama lain. Semakin marah mereka, maka semakin keraslah teriakannya guna menutup jarak yang sangat jauh.

Apa yang terjadi saat dua orang salng jatuh cinta? Mereka tidak berteriak satu sama lain tapi berbicara dengan lembut, karena hati keduanya menjadi dekat. Jarak antara keduanya sangat sedikit...."

Sang orang suci melanjutkan: "Saat mereka berdua mencintai lebih dalam, apa yang terjadi? Mereka tidak berbicara satu sama lain, hanya berbisik dengan penuh kelembutan dan saat mereka semakin dekat lagi hanyut dalam cinta. Akhirnya mereka bahkan tidak perlu berbisik, mereka cukup melihat satu sama lain dan hal itu sudah cukup. Itulah yang terjadi kepada dua orang saat mereka saling mencintai satu sama lain."

Orang suci itu melihat pada muridnya dan berkata : "Jadi saat kita saling berdebat jangan biarkan hati kita menjauh dan menciptakan jarak, tidak perlu mengatakan kata-kata yang dapat membuat jaraknya semakin jauh, Atau akan tiba pada saatnya hari dimana jaraknya menjadi amat sangat jauh......... yang tidak memungkinkan kita untuk menemui jalan untuk kembali padanya.

Motivasi - Pentingnya Komunikasi Yang Jujur dan Terbuka

6:26:00 PM
Alkisah, sepasang suami istri saudagar kaya mengadakan perta ulang tahun perkawinannya yang ke-50. Pesta perkawinan emas ini diselenggarakan amat megah dan mewah. Hampir seluruh pejabat penting kerajaan, seniman terpandang, dan para kolega sesama saudagar kaya dari seluruh negeri hadir dalam perayaan itu.

Setelah berbagai acara seremonial selesai, tibalah pada puncak acara, yaitu jamuan makan malam yang sangat mewah. Sebelum para hadirin menikmati hidangan yang disediakan, sang suami memberikan hidangan special kepada istrinya tercinta, berupa sepotong ikan mas yang di masak oleh koki terkenal di negeri itu. "Hadirin sekalian, ikan mas ini bukanlah hidangan yang mahal. Tapi, inilah kegemaran kami berdua selama 50 tahun menikah, sejak kami merintis usaha bersama, tidak memiliki apa apa, hingga keberhasilan kami berdua hingga saat ini. Ikan mas ini menjadi simbol kedekatan, cinta, dan kasih sayang kami berdua selama ini." kata Sang Suami sambil menatap mesra istrinya. Lalu, saat yang ditunggu-tunggu, sang suami mengambil piring, lalu memotong bagian kepala dan ekor ikan mas dan menyerahkan ke istri tercinta, sambil menatapnya penuh kemesraan."

Ketika sang isteri menerima pemberian itu, serentak para tamu undangan bertepuk tangan meriah sekali. Untuk beberapa saat, mereka tampak ikut terharu dengan suasana romantis nan penuh kebahagiaan tersebut. Namun tiba-tiba suasana menjadi hening dan senyap. Samar-samar terdengar isak tangis si isteri saudagar kaya ini. Sesaat kemudian, isak tangis itu meledak dan memecah kesunyian gedung pesta. Para tamu mendadak terdiam menunggu apa gerangan yang bakal terjadi.
Sang suami tampak kebingungan. Lalu bertanya pada isterinya “Mengapa engkau menangis, isteriku?” Setelah tangisan reda, sang isteri menjelaskan “Suamiku…sudah 50 tahun usia pernikahan kita. Selama itu, aku telah dengan melayani engkau sepenuh hatiku baik dalam duka maupun suka. Demi kasihku padamu, aku rela hanya makan kepala dan ekor ikan mas selama 50 tahun ini. Tapi tak kusangka, di hari istimewa ini engkau masih saja memberiku bagian yang sama. Ketahuilah suamiku, sebenarnya aku sangat tidak suka bagian kepala dan ekor ikan mas ini.” kata sang isteri terbata-bata.
Sang saudagar kaya ini terdiam dan terpana sesaat. Lalu dengan mata berkaca-kaca, ia berkata,” Isteriku yang tercinta…50 tahun yang lalu saat aku masih miskin, kau bersedia menjadi isteriku. Aku sungguh bahagia dan sangat mencintaimu. Sejak itu aku bersumpah pada diriku sendiri, bahwa seumur hidup aku akan bekerja keras, membahagiakanmu, membalas cinta kasih dan pengorbananmu. Sebelum menikah, bagian yang paling aku sukai dari masakan ikan mas ini, adalah kepala dan ekornya. Sejak kita menikah, aku rela menyantap bagian tubuh ikan mas itu, demi sumpahku untuk selalu membahagiakanmu dan memberikan yang terbaik untukmu...ternyata, walaupun kita telah hidup bersama selama setengah abad, dan selalu saling mencintai, kita tidak cukup saling memahami. Maafkan saya, hingga detik ini belum tahu bagaimana cara membuatmu bahagia.”Akhirnya, sang suami memeluk isterinya dengan erat. Para tamu yang hadirpun turut tersentuh hatinya melihat keharuan ini, dan mereka kemudian bertepuk tangan dengan meriah untuk menghormati kedua pasangan ini.